Matamata.com - Nindy Ayunda dikabarkan telah meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum lama ini. Ada alasan tertentu yang membuat Nindy berani mengambil keputusan tersebut.
“Sekali lagi, kami jelaskan bahwa kedatangan saya ke LPSK adalah terkait intimidasi yang dilakukan oleh oknum TNI AD berinisial HS dan kawan-kawan karena kepergian saya ke Palembang,” kata Nindy Ayunda kepada awak media.
Pada saat bersamaan, mantan istri Askara Parasady Harsono ini memastikan tidak menyudutkan institusi TNI Angkatan Darat atau TNI AD.
“Kami tidak menyerang apalagi menyalahkan institusi dan saya menghormati TNI AD,” ungkap Nindy Ayunda.
Bahkan setelah kejadian itu, Nindy Ayunda mengaku pihak TNI AD mengirimkan anggotanya ke rumahnya buat bersilaturahmi. Mereka menyampaikan permintaan maaf.
“Anggota tersebut menyampaikan datang atas perintah komandan Pusintelad untuk bersilaturahmi, menyampaikan maaf atas kejadian tanggal 1-2 April, dan menyatakan akan membantu, dan menjaga saya serta keluarga,” tutur Nindy Ayunda.
Di samping itu, Azvant Ramzi selaku kuasa hukum Nindy Ayunda turut menimpali. Dia mengatakan bahwa kliennya dicegat oleh sejumlah orang saat hendak bertemu seseorang di Palembang pada 2 April 2023.
“Hingga kemudian, kembali lah Ibu Nindy ke Jakarta pada Minggu sore, 3 April 2023," ujar Azvant Ramzi.
Selain LPSK, Nindy Ayunda turut melaporkan teror yang ia alami ke Puspom TNI. Aduan terima sehari sebelum ia datang ke kantor LPSK.
Berita Terkait
-
Sempat Dikira Menikah, Nindy Ayunda Akhirnya Ungkap Motif Unggah Foto Bergaun Pengantin
-
Nindy Ayunda Pamer Foto Pakai Gaun Putih bak Pengantin: Katanya Kemarin Pakai Hijab
-
Nindy Ayunda Menikah Lagi? Postingan Bergaun Pengantin Banjir Ucapan Selamat
-
Sama Seperti Ria Ricis, Artis ini Kekeuh Cerai dengan Suami Usai Pergoki Selingkuh dengan Istri Jenderal TNI, Dibaliknya Ada Peran Ashanty
-
Nindy Ayunda Mulai Berhijab, Akui Masih Tergoda dengan Baju Seksi: Namanya Iman Naik Turun, Setan Juga Masih Ada
Terpopuler
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
KSP Muhammad Qodari Buka Suara Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih
-
MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Israel Usai Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
-
Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998
-
Srikandi Paspampres Unjuk Gigi dalam Upacara Kawal Istana Merdeka Spesial Hari Kartini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo