Matamata.com - Gal Gadot membuat sebuah pernyataan tentang ketegangan yang terjadi antara Israel dan Palestina. Hanya saja, pernyataan bintang "Wonder Woman" ini langsung menuai reaksi pro dan kontra.
"Hati saya hancur. Negara saya sedang berperang. Saya mengkhawatirkan keluarga dan teman-teman saya. Saya khawatir dengan orang-orang di negara saya. Ini lingkaran setan yang sudah berlangsung terlalu lama," kata Gal Gadot.
"Israel berhak hidup sebagai bangsa yang bebas dan aman. Tetangga kita berhak mendapatkan hal yang sama. Saya berdoa untuk para korban dan keluarga mereka, saya berdoa agar permusuhan yang tak terbayangkan ini berakhir. Saya berdoa bagi para pemimpin di negara kita untuk menemukan solusi agar kita bisa hidup berdampingan dengan damai. Saya berdoa untuk hari-hari yang lebih baik," imbuhnya.
Pernyataan Gal Gadot ini langsung menjadi sorotan, terutama di Twitter. Meski kolom komentar di unggahan Gal Gadot ditutup, netizen melalui akunnya masing-masing menyoroti Gal Gadot yang lebih memilih menggunakan kata 'tetangga' alih-alih menyebut Palestina.
Dukungan Gal Gadot terhadap Israel selama bentrokan dan kekerasan yang terjadi pun memicu perdebatan. Bahkan, peran Gal Gadot sebagai Wonder Woman pun ikut dikritik, terutama bila mengingat status Hollywood serta kepahlawanannya di Justice League.
Selain itu, Gal Gadot kabarnya juga di-unfollow oleh aktris Amerika Serikat, Brie Larson setelah Gadot mengeluarkan pernyataan tersebut.
Sebagai informasi, Gal Gadot merupakan aktris yang lahir di Israel. Gal Gadot pernah menjalani wajib militer sebagai tentara selama dua tahun di Pasukan Pertahanan Israel.
Tag
Berita Terkait
-
Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Saling Serang
-
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Komisi I DPR RI Apresiasi Diplomasi Kemlu
-
Bebas dari Penjara Israel, 9 Relawan Flotilla Asal Indonesia Mengaku Dipukuli dan Disetrum
-
Kemlu Konfirmasi 9 WNI Peserta Flotilla Gaza Ditangkap Militer Israel
-
DPR Desak Kemenlu Gerak Cepat Selamatkan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Inspiratif! Magdolin Boukhary Tekankan Transformasi Budaya dan Kepemimpinan Nilai di MEYS 2025
-
Suara Segar dari MEYS 2025: Manal Boujnir Dorong Pemuda Muslim Peduli Lingkungan
-
MEYS 2025: Nida Saithi Bicara Kepemimpinan Etis dan Literasi Hukum untuk Generasi Muda
-
Joneri Alimin Jadi Sorotan di MEYS 2025, Bicara Diplomasi Ekonomi dan Peran Pemuda Muslim
-
MEYS 2025: Pemuda Dunia Jalani Kompetisi di Makkah, Ini Daftar Pemenangnya!