Matamata.com - Pada hari Sabtu (11/1), Armand Maulana dan Dewi Gita merayakan ulang tahun pernikahan ke 26.
Keduanya menjalani pernikahan selama itu dan masih tetap harmonis sampai saat ini loh.
Hal ini diketahui dari unggahan akun Instagram masing-masing, keduanya kerap membagikan potret kemesraan.
Mau lihat? Simak yuk selengkapnya rangkuman Matamata.com di bawah ini :
1. Rangkul mesra
Sama-sama berwajah datar, Armand Maulana dan Dewi Gita rangkulan mesra nih.
2. Potret kocak
Potret kocak ala Armand Maulana dan Dewi Gita ini keliatan mesra ya.
3. Jalan-jalan
Sepanjang jalan-jalan dirangkul mulu nih Dewi Gita.
4. Selfie liburan
Nggak cuma berdua, kali ini bareng sang putri, Naja Dewi.
5. Mesra di atas panggung
Bahkan, di atas panggung keduanya juga tetap mesra banget saat duet.
Berita Terkait
-
Wapres Gibran Apresiasi Klungkung Cegah Pernikahan Dini dan Tekan Stunting hingga 5,1 Persen
-
Musisi Maia Estianty Doakan Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Tak Diganggu Orang Ketiga
-
Sah! Al Ghazali Resmi Nikahi Alyssa Daguise dengan Mas Kawin Logam Mulia dan Uang Euro
-
Maia Estianty Terharu di Siraman Al Ghazali dan Alyssa Daguise
-
Al Ghazali Tak Sabar Nikahi Alyssa Daguise, Siapkan 3.000 Undangan untuk Resepsi Ngunduh Mantu
Terpopuler
-
Prabowo Beri Arahan Geostrategi ke Pimpinan TNI di Istana Merdeka, Ini Poin Utamanya
-
Baru Deklarasi, Partai Gema Bangsa Langsung Gaspol Dukung Prabowo Dua Periode
-
Dicap Antagonis, Meriam Bellina Lepas Image Jahat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'
-
Panas! China Sebut Kesepakatan Cip AS-Taiwan Langgar Kedaulatan Beijing
-
Lebih Humanis, Kemenhaj Tambah Kuota Petugas Perempuan demi Kenyamanan Jemaah Ibu-ibu
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya