Matamata.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi capaian Kabupaten Klungkung, Bali, dalam mencegah pernikahan dini yang berpotensi memicu kelahiran anak dengan kondisi stunting.
Hal itu disampaikan Wapres dalam dialog dengan Bupati Klungkung I Made Satria saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11).
"Ini nomor satunya (prevalensi stunting terendah nasional) adalah Klungkung. Apa kiatnya biar bisa direplikasi di daerah-daerah lain?” ujar Wapres Gibran saat berdialog dengan Bupati Klungkung.
Menanggapi hal itu, Bupati Klungkung menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pembinaan dan edukasi untuk mencegah pernikahan dini. Edukasi tersebut juga diberikan kepada para siswa melalui berbagai program, termasuk pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas.
Menurut Satria, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, Kementerian Agama, dan Tim Penggerak PKK (TP PKK) yang bergotong royong menekan angka stunting.
“Kami bergerak bersama, mulai dari pendampingan ibu hamil hingga peningkatan gizi anak balita,” ujarnya.
Salah satu inovasi andalan Klungkung adalah Program Kasih Nikah (Kami Siap Menikah) yang berfokus pada kesiapan kesehatan remaja putri sebelum menikah. Program ini mendorong calon pengantin untuk mencegah anemia dengan mengonsumsi tablet penambah darah secara teratur.
“Kami lakukan pendampingan karena tablet ini rasanya agak amis. Kalau tidak didampingi, takutnya tidak diminum. Dengan cara ini kesehatan calon ibu benar-benar terjamin,” kata Satria.
Dalam kesempatan itu, Wapres juga memuji capaian Kabupaten Klungkung yang berhasil menekan angka prevalensi stunting menjadi yang terendah secara nasional, yakni 5,1 persen.
"Langkah seperti ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya di Indonesia,” ujar Wapres Gibran.
Menurut Satria, capaian tersebut tidak diraih secara instan.
“Tahun 2021 angka stunting kami masih 19,4 persen. Dalam dua tahun, turun signifikan menjadi 5,1 persen berkat kerja kolaboratif lintas sektor,” katanya.
Bupati Klungkung menambahkan, tingkat kesadaran ibu hamil dan masyarakat untuk memeriksakan diri ke posyandu semakin tinggi.
“Frekuensi kunjungan meningkat, kesadaran masyarakat makin baik. Ke depan kami fokus ke pencegahan agar bisa capai zero stunting,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Provinsi Bali dinobatkan sebagai daerah dengan prevalensi stunting terendah secara nasional. Kabupaten Klungkung mencatat angka 5,1 persen, disusul Kabupaten Gianyar 5,4 persen, dan Kabupaten Badung 7,2 persen.
Capaian tersebut berkontribusi pada penurunan angka prevalensi stunting nasional sebesar 357.705 anak, dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024. (Antara)
Berita Terkait
-
Wapres Gibran Tegur Gubernur Kalsel: Dengar Keluhan Rakyat, Cari Solusi Jangka Panjang
-
Tompi Jelaskan Kondisi Medis Mata Gibran dan Kritik Stand-Up Comedy Pandji Pragiwaksono
-
Gibran Rakabuming Apresiasi Konser Amal dan Film Timur untuk Korban Bencana Sumatera
-
Wapres Gibran Targetkan Pembangunan Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN Rampung Desember 2027
-
Tinjau Kesiapan Nataru di Stasiun Tawang, Wapres Gibran Salurkan Sembako kepada Pengemudi Ojol
Terpopuler
-
Wow! Diva Ramaniya Hadirkan Lagu 'Tempat Berlabuh', Suaranya Mirip Raisa
-
Film 'Papa Zola The Movie', Kisahkan Pejuang Keluarga
-
Syarief Khan, Judika dan Daus Separo Ucapkan Selamat Atas Jabatan Baru, Kombes Pol Budi Prasetya
-
Momen Dasco Telepon Presiden Prabowo di Tengah Rapat Bencana Aceh, Pastikan Anggaran Tak Dipotong
-
OTT Perdana 2026: KPK Tetapkan Kepala KPP Madya Jakut dan 4 Orang Tersangka Suap
Terkini
-
Momen Dasco Telepon Presiden Prabowo di Tengah Rapat Bencana Aceh, Pastikan Anggaran Tak Dipotong
-
OTT Perdana 2026: KPK Tetapkan Kepala KPP Madya Jakut dan 4 Orang Tersangka Suap
-
Kemenhaj Gandeng TNI-Polri Gembleng Fisik dan Mental Petugas Haji 2026
-
HUT ke-53 PDI Perjuangan: Barata Resmi Diluncurkan sebagai Maskot Baru Partai
-
Mentan Amran Sita 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang: Tak Ada Toleransi!