Matamata.com - Saking suksenya memerankan karakter Dilan di film Dilan 1990 dan Dilan 1991, Iqbaal Ramadhan seolah bikin penggemar nggak bisa move on.
Banyak orang yang akhirnya masih memanggilanya Dilan di kehidupan nyatanya.
Saat disinggung hal tersebut, Iqbaal ternyata tak keberatan.
"Kalau cuma dipanggil Dilan nggak apa-apa," ungakapnya saat Live di Matamata.com, Senin (27/1/2020).
Baginya menjadi beban buatnya kalau orang-orang tidak bisa membedakan antara Iqbaal Ramadhan dengan Dilan.
"Jadi beban kalau orang nggak bisa membedakan Iqbaal Ramadhan dan Dilan," bebernya.
Seperti diketahui, karakter Dilan memang sangat melekat di diri Iqbaal Ramadhan. Bahkan dari banyak film yang diperankannya, karakter Dilan yang paling diingat penggemar.
Sebelumnya, Iqbaal juga pernah menjadi pemeran utama di film Bumi Manusia sebagai Minke.
Berita Terkait
-
Debut Iqbaal Ramadhan Jadi Produser, Ini Sinopsis Film Perayaan Mati Rasa
-
Ada Asnawi Mangkualam, Ini 10 Pria yang Pernah Dekat dengan Steffi Zamora
-
8 Potret Wisuda Iqbaal Ramadhan dari Monash University, Gayanya Kece Badai
-
Nyanyi Lagu Justin Bieber Pakai Syal Palestina, Iqbaal Ramadhan Minta Maaf
-
Suara Iqbaal Ramadhan Banjir Nyinyiran Saat Nyanyi Di Panggung: Ganteng Menutupi Segalanya
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya