Matamata.com - Kisah cinta Aurelie Moeremans bisa dibilang jadi salah satu yang menuai perhatian.
Salah satu yang paling disorot adalah saat dirinya menerima KDRT dari mantan suaminya.
Namun kini, Aurelie Moeremans tampak bahagia dengan kekasihnya yang bernama Dixie Gagah Pradana.
Penasaran nggak nih kayak apa potret mesra keduanya? Simak selengkapnya Matamata.com di bawah ini :
1. Cover lagu
Aurelie Moeremans dan kekasihnya tampak kompak sedang cover lagu.
2. Serasi
Aurelie Moeremans dan Dixie Gagah Pradana keliatan serasi abis waktu nyanyi bareng.
3. Pose berdua
Pose berdua nih Aurelie Moeremans bareng kekasihnya tanpa ekspresi.
4. Formal
Kompak bergaya formal, keduanya mesra abis nih!
5. Tatap mesra
Duh, keduanya keliatan manis banget sambil saling tatap mesra.
Berita Terkait
-
Jadi Korban KDRT, Ratu Meta Geram Suami Tak Kunjung Ditahan: Sudah Tersangka
-
Anggota DPR Desak Polisi Proaktif Cegah KDRT Usai Kasus Anak Aniaya Ibu Viral
-
Aurelie Moeremans Tak Kuasa Menahan Tangis Usai Terima Hasil MRI, Cedera Serius Akibat Kecelakaan Terungkap
-
Aurelie Moeremans Pilih Gelar Resepsi Pernikahan di Amerika, Ini Alasan Tak Adakan Acara di Indonesia
-
Beredar Foto-foto Babak Belur hingga Masuk RS, Lesti Kejora Ungkap Faktanya
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya