Matamata.com - Joko Anwar tengah berbahagia. Film yang disutradarai olehnya, Perempuan Tanah Jahanam berhasil masuk nominasi Piala Oscar 2021.
Dalam unggahan terkini di akun Twitter dan Instagram, Joko Anwar menyampaikan kabar gembira tersebut. "Impetigore (Perempuan Tanah Jahanam) is Indonesia's official submission for the 93rd ACADEMY AWARDS," bunyi unggahan akun @jokoanwar (10/11/2020).
Unggahan tersebut mendapat banyak sambutan positif dari para pengguna Twitter. "Mantap. Selamat selamat selamat! Semoga mendapatkan hasil yang terbaik," tulis netizen. "Congrats bang. Semogaaaaaa masuk Oscar dan jadi the next 'Parasite' dari Indonesia," imbuh lainnya.
Tak hanya ucapan selamat, netizen juga memberikan komentar yang cukup mencuri perhatian. Beberapa di antaranya ada yang salah fokus saat melihat penampakan aneh di wajah Tara Basro. "Congrats, tapi perlu revisi nih. Hehe," ujar netizen.
Ya, netizen tersebut rupanya memberikan kritik untuk editor poster Perempuan Tanah Jahanam yang diunggah Joko Anwar. Bila diperhatikan dengan saksama, terlihat bayangan warna atau cahaya yang cukup kontras pada wajah Tara Basro. Jeli banget ya!
Wakil Indonesia di Piala Oscar 2021
Film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) resmi masuk nominasi Piala Oscar 2021. Perempuan Tanah Jahanam menjadi perwakilan Indonesia dalam kategori Best International Feature Film, yang dulunya bernama Best Foreign Film, dalam ajang Academy Awards ke-93.
"Sesuai pedoman Komite Seleksi Oscar di Indonesia dan regulasi Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), setelah dilakukan penilaian, komite menetapkan film berjudul "Perempuan Tanah Jahanam" menjadi wakil Indonesia sebagai film pilihan di kategori International Feature Film," ujar Ketua Komite Seleksi Oscar Indonesia Garin Nugroho, Selasa (10/11).
Bukan tanpa alasan, keberhasilan Perempuan Tanah Jahanam masuk nominasi Oscar tak lain karena film Indonesia tersebut sudah memenuhi kriteria seperti skenario dan penyutradaraan.
Garin Nugroho juga menilai bahwa film ini punya banyak unsur menarik. "Dalam film ini ada yang menarik. Mulai dari unsur-unsur yang telah teruji, hingga latar belakang budaya terkait mistisme di Indonesia juga menjadi swadaya kuat dari film ini," kata Garin.
Tag
Berita Terkait
-
Abimana dan Morgan Oey Ceritakan Rumitnya Syuting Laga 15 Menit di Ghost in the Cell
-
Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bandel ke Barak Tuai Pro-Kontra, Joko Anwar: Cara Lama Tak Bikin Anak Lebih Baik
-
Joko Anwar Klarifikasi Soal Film Pengepungan di Bukit Duri: Bukan Untuk Menyebar Ketakutan, Tapi Mengajak Dialog
-
Adu Banyak Jumlah Penonton Film Siksa Kubur dan Badarawuhi di Desa Penari di Hari Pertama Tayang
-
Series Netflix Garapan Joko Anwar, Ini 4 Fakta Nightmares and Daydreams yang Tayang Tahun Ini
Terpopuler
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
Terkini
-
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
-
Indonesias Horse Racing: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Ribuan Pengunjung
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang JYS 2026 di Osaka, Pemuda Dunia Pamer Inovasi & Budaya
-
Profit Naik 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Maksimalkan Produk dan Layanan Baru, Jaga Fundamental Keuangan