Matamata.com - Hotman Paris dan Hotma Sitompul telah cukup lama menghiasi jagat selebritis dan hukum. Kasus Desire Tarigan kembali mempertemukan dua pengacara kondang di Indonesia.
Performa keduanya yang tidak main-main ketika memberikan jasa, memberikan reputasi yang tinggi untuk dua pengacara ini. Perseteruan pun beberapa kali terjadi, dalam menyikapi beberapa kasus atau opini. Berikut beberapa fakta-fakta perseteruan Hotman paris vs Hotma Sitompul, yang belakangan kembali meruncing ketika mengurus perkara hukum rumah tangga Hotma Sitompul.
Fakta-Fakta Perseteruan Hotman Paris vs Hotma Sitompul
1. Selalu Berseberangan dalam Menyikapi Kasus
Entah kebetulan atau karena keduanya dianggap sebagai pengacara dengan kapabilitas terbaik, keduanya tidak pernah berada di satu pihak yang sama. Pada beberapa kasus yang terekam di berbagai media, keduanya selalu berada di pihak yang berseberangan, membela kliennya masing-masing.
Tentu dari segi hukum hal ini merupakan satu yang wajar. Namun jika dilihat dari banyaknya kasus yang ditangani, nampaknya perseteruan keduanya memang terjadi sejak lama.
Beberapa kasus yang sempat ditangani keduanya antara lain :
- Kematian dan penelantaran Angeline, pada 2015 lalu.
- Penggerebekan Raffi Ahmad pada 2013.
- Perseteruan Maia Estianty dan Mulan Kwok tahun 2007.
- Kasus pembunuhan Naek Gonggom Hutagalung, di tahun 2006.
- Perkara dan kasus Miing Bagito dengan sebuah tabloid hiburan pada tahun 2000-an.
- Terbaru, adalah perkara rumah tangga Hotma Sitompul dengan istri yang saat ini masih berjalan.
2. Sama-Sama Menjadi Andalan Figur Publik
Ketenaran keduanya membuat banyak sekali figur publik yang merapat untuk menjalin hubungan baik dengan keduanya. Tidak sedikit artis dan tokoh publik yang selalu mengandalkan jasa keduanya ketika menghadapi masalah hukum untuk mendapat solusi terbaik.
3. Harga yang Fantastis
Tentu dengan reputasi dan kapabilitas yang terjamin, harga dari jasa keduanya tidak dapat dikatakan murah. Bahkan Hotman Paris mendapat julukan ‘Pengacara 30 Milyar’, sebab dikabarkan demikianlah tarif untuk membela satu klien. Meski demikian, keduanya juga pernah tercatat membantu klien dengan cuma-cuma.
4. Populer Di Kalangan Masyarakat
Perbedaannya hanya Hotma Sitompul populer di kalangan masyarakat golongan tertentu, sedangkan Hotman Paris populer dan dikenal merakyat. Hotman Paris sering terlihat nongkrong di kedai kopi dan berbincang dengan banyak orang, bahkan menghabiskan waktu liburan dengan orang-orang yang notabene mungkin tidak terlalu terkenal.
Perseteruan keduanya tentu akan selalu jadi satu tontonan yang menarik. Disamping kapabilitas yang seimbang, keduanya juga memiliki reputasi besar yang membuat persaingan terasa semakin ketat. (I Made Rendika Ardian)
Berita Terkait
-
Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo: Cuma Foto Bareng
-
Hotman Paris Tegaskan Nadiem Tak Terima Uang dari Proyek Chromebook
-
Hotman Paris Ungkap Alasan Menolak Dampingi Paula Verhoeven, Soroti Fenomena "No Viral No Justice"
-
Hotman Paris dan Paula Verhoeven Pertanyakan Putusan Hakim terkait Dalil Selingkuh dalam Sidang Cerai dengan Baim Wong
-
Hotman Paris Tawarkan Paula Verhoeven Jadi Asprinya, Tegaskan Dukungan Usai Perceraian dengan Baim Wong
Terpopuler
-
Kementan Perkenalkan Teknologi Bioreaktor Pengubah CPO Jadi B100 di PENAS XVII Gorontalo
-
Kadin Indonesia Respons Keluhan Investor China soal Regulasi Tambang Nikel
-
Pasokan Batu Bara PLTU Lancar, PLN Janji Sistem Kelistrikan Jawa Membaik
-
Mendagri Minta Pemda Gratiskan Pajak untuk Genjot Rumah Subsidi MBR
-
Pakar: Agresi Israel ke Lebanon Ganjal Kesepakatan Damai AS-Iran
Terkini
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
-
Indonesias Horse Racing: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Ribuan Pengunjung
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang JYS 2026 di Osaka, Pemuda Dunia Pamer Inovasi & Budaya
-
Profit Naik 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Maksimalkan Produk dan Layanan Baru, Jaga Fundamental Keuangan
-
ARTJOG 2026 Angkat Tema Ars Longa: Generatio, Soroti Relasi Antargenerasi dalam Seni