Matamata.com - Gus Miftah unggah cuplikan rekaman saat berceramah di sebuah gereja Bethel Indonesia di bilangan Penjaringan, Jakarta Utara. Tak sendiri, saat itu Gus Miftah didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam video tersebut, Gus Miftah bercerah dengan podium dan salib di belakangnya.
Dalam ceramahnya, Gus Miftah membahas soal toleransi beragama yang telah tercipta dengan harmonis di Indonesia. Hidup berdampingan meski berbeda keyakinan.
"Di saat aku menggenggam tasbih dan kamu menggenggam salibmu, di saat aku beribadah di Istiqlal namun engkau ke Katedral. Di saat bioku tertulis Allah Subhanallahu Watalla, dan biomu tertulis Yesus Kristus, di saat aku mengucap Assalmualaikum dan kamu mengucap Salom, di saat aku mengeja Alquran dan kamu mengeja Alkitabmu, Kita berbeda saat memanggil nama Tuhan, tentang aku yang menengadahkan tangan dan kau yang melipatkan tangan sata berdoa, aku, kamu, kita, bukan Istiqlal dan Katedral yang ditakdrikan berdiri berhadapan dengan perbedaan namun tetap harmonis, andai saja mereka memiliki nyawa, apa tidak mungkin mereka saling mencintai dan mengormati satu dna yang lainnya. Terima kasih, Shaloom, Assalamualaikum WR Wb," kata Gus Miftah di ujung ceramahnya.
Sayangnya, ceramah sejuk Gus Miftah di hadapaan jemaat gereja menuai pro kontra. Kolom komentar pengelola Pondok Pesantren ora Aji Selman, Yogyakarta ini diserbu ribuan opini netizen. Banyak yang setuju, namun tak sedikit yang menyebut Gus Miftah telah kebablasan dalam berdakwah.
"JANGAN MENCARI KEHIDUPAN DALAM AGAMA.
1-Masuk Discotik alasannya dakwah.
2-Masuk Gereja alasannya juga sama "dakwah".
Dakwa yang benar.
1-Anda datangi pejabatnya untuk menutup discotik, krn merekalah yang memberi izin discotik dan minuman keras boleh dijual di dalamnya
2-Kalau anda masuk gereja dengan alasan dakwah maka seharusnya ketika anda diundang untuk berceramah katakan kepada mereka yang ada di dalam gereja "Bahwa yang disalip itu bukanlah tuhan"
Masuk gereja lalu mengatakan "tuhan kita sama cuma beda nama" maka sama sekali bukan berdakwah dan perkataan tersebut bisa menyebabkan keluar dari Islam," tulis baba_zain_ismail.
"Sebenarnya saya tidak masalah GM masuk ke gereja. Toh msh ada silang pendapat ulama yg mengharamkan dan apa pula yang makruh. Yang sedikit mengganjal di hati sya saat gus miftah bilang"KITA HANYA BERBEDA Dalam MENYEBUT NAMA TUHAN". Kalimat ini seolah olah menyatakan kalo Tuhan kita sama. Dan itu bertentangan dengan tauhid. Mohon maaf ya Gus," lanjut @jhonny_sk90.
@sisiterangofficial menambahkan, "Gak apa ceramah di gereja, tapi kalau habis ceramah di gereja dia jadi pastur itu baru keren."
Dilanjutkan @achmadsidiq9, "Aduh Gus Gus...Eling Eling. Dari dulu NU mengajarkan Toleransi tapi ga koyo ngono. Toleransi hanya saling menghormati dan hidup berdampingan sebatas hubungan sesama manusia tetapi tidak dengan aqidah. Itu sama saja merendahkan aqidah islam khususnya NU, sedih sedih."
"Toleransi bukan berati memberi ceramah di gereja dan ikut acara gereja.. cukup dgn tidak mengganggu mereka aja itu udah toleransi, jgn kebablasan," timpal @herman_sbndr1.
"Secara tidak langsung @gusmiftah mengakui bahwa ada agama lain bahkan ada Tuhan lain selain Allah... Na'udzubillah." tutup @andayattonk98.
Berita Terkait
-
Hari Pertama Tayang, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata hingga Dipuji Anies Baswedan
-
Transformasi Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Tegaskan Dukung Anies Baswedan di Pilpres
-
Prabowo di Munas PKS: Saya Tak Simpan Dendam pada Anies
-
Anies Baswedan Jenguk Tom Lembong di Rutan Cipinang Usai Kabar Abolisi dari Presiden
-
Gus Miftah Ogah Dibayar Lebih Kecil dari Biduan, Akhirnya Terima Rp200 Juta
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
-
Indonesias Horse Racing: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Ribuan Pengunjung
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang JYS 2026 di Osaka, Pemuda Dunia Pamer Inovasi & Budaya