Matamata.com - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto tak ketinggalan meramaikan debat cawapres di JCC Senayan, Jumat (22/12/2023) malam WIB. Gimik joget 'Gemoy' kembali ia tampilkan saat mengantar pendampingnya, Gibran Rakabuming Raka.
Gimik joget 'Gemoy' memang sudah menjadi identitas Prabowo di Pemilu 2024 ini. Hal itu bahkan banyak menimbulkan pro dan kontra.
Lantas apakah memang gimik joget yang ditampilkan Prabowo Subianto itu memiliki alasan tersendiri?. Apakah ingin mencairkan suasana atau membuat Gibran tidak stress dan lebih tenang saat mengikuti debat cawapres ini?.
Debat cawapres bagi Gibran Rakabuming Raka adalah kali pertamanya. Wali Kota Solo ini bahkan urung diunggulkan dalam debat karena undangan dialog saja tak ia hadiri.
Bisa jadi panggung debat cawapres ini menjadi hal yang cukup menekan kondisi Gibran yang akan dilihat seluruh masyarakat Indonesia.
"Doakan biar lancar, ya," kata Gibran irit dikutip, Jumat.
Meski begitu, gimik joget yang dilakukan Prabowo tak murni untuk memberikan rasa tenang kepada Gibran Rakabuming Raka. Menyusul, tak ada cara yang paling mujarab ketika menghadapi tekanan hanya perlu diselesaikan bagaimana hasilnya.
Terlepas dari kondisi tersebut, Gibran Rakabuming Raka sebenarnya sudah cukup siap dengan debat kedua ini. Artinya ia barangkali sudah bisa mengelola psikis di hadapan publik.
Simulasi saat debat juga sudah dilakukan. Maka dari itu Gibran juga sudah cukup siap menawarkan misi dan visi untuk pembangunan Indonesia ke depan.
Di sisi lain, Gibran juga sudah memberikan pandangan visi misi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Dalam penggalan pernyampaian misinya di debat , Gibran siap menggandeng anak muda untuk membangun ekonomi dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).
Memiliki pengalaman membangun perekonomian di Solo, Gibran Rakabuming Raka juga cukup diyakini mampu meningkatkan perekonomian Indonesia. Sasaran UMKM juga menjadi strateginya dalam memberikan peluang besar bagi pengusaha kecil bersaing di level nasional.
Debat kedua ini sendiri sudah mulai berjalan dan para kandidat menyampaikan sejumlah visi misi jika terpilih sebagai wakil presiden nantinya.
Dalam debat kedua ini para cawapres diberikan tema tentang, ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, investasi, APBN, APBD.
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi
-
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun
-
Rismon Sianipar Akui Keaslian Ijazah Jokowi, Ajak Roy Suryo Edukasi Terbuka
Terpopuler
-
Sambut Lebaran Idul Fitri 1447 H, Musisi Rucky Markiano Luncurkan Lagu 'Dosa'
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi