Matamata.com - Paslon nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mendapat dukungan penuh dari simpatisan dan para kader pengusungnya. Bahkan elektabilitas Anies-Muhaimin (AMIN) ini diklaim bertambah pesat.
Ternyata ada sosok yang ikut memicu naiknya elektabilitas tersebut. Hal itu diungkapkan Kapten Tim Nasional Pemenangan AMIN, Muhammad Syaugi Alaydrus.
Seperti diketahui, survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan bahwa pasangan AMIN berada di posisi buncit dengan raihan elektabilitas 22 persen. Jumlah itu disebutkan sangat kecil dibanding Prabowo-Gibran (34 persen) dan Ganjar-Mahfud (26 persen).
Meski begitu, tim pemenangan dan Anies Baswedan sendiri sempat menanggapi bahwa hasil itu masih prediksi. Ia mengklaim dukungan justru lebih tinggi di luar survei karena mereka mengaku memilik tim survei yang lebih akurat.
Syaugi Alaydrus menjelaskan bahwa naiknya elektabilitas AMIN saat ini berkat kerja keras para pendukung. Bahkan seorang politikus dari Golkar ikut mendongkrak angka tersebut.
Ya, Jusuf Kalla, disebut-sebut mampu menaikkan elektabilitas paslon nomor urut 2 tersebut. Hal itu menyusul massa dan dukungan Wakil Presiden ke-10 dan 12 ini cukup banyak.
Meski berangkat dari partai lawan, Jusuf Kalla tetap memberi dukungan ke Anies Baswedan. Alasannya mantan Gubernur DKI Jakarta ini dianggap sebagai murid politiknya.
"Masifnya dukungan datang dari relawan kepada pasangan nomor urut 1 ini," katanya, Sabtu (30/12/2023).
Golkar sendiri melalui Ketumnya, Airlangga Hartarto sudah all out untuk Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 mendatang. Tak dipungkiri, Golkar sendiri terbagi kubu-kubu pendukung menyusul banyak individu yang berpengaruh di dalam partai. Sebut saja Aburizal Bakrie, sosok politikus ini juga memiliki basis massa yang cukup banyak di dalam Golkar sendiri.
Terlepas dari adanya sejumlah kubu dalam partai berlambang pohon beringin ini, Anies Baswedan masih terus melanjutkan safari politiknya.
Baca Juga
Terbaru, agenda dialog bersama warga Pontianak sudah dilakukan. Bahkan kedatangan Anies mendapat antusias cukup tinggi.
Para capres nantinya akan melaksanakan agenda penting di awal tahun 2024. Debat capres akan kembali mereka ikuti pada 7 Januari 2024. Tema besar yang akan dibahas dalam debat ketiga tersebut adalah pertahan dan geopolitik.
Tema ini baik bagi Anies jika memang gesekan kecil antara di dan Prabowo Subianto kembali disulut. Mengingat Prabowo Subianto bertanggungjawab penuh sebagai kendali pertahanan RI di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).
Berita Terkait
-
Kritik JK Dinanti di Istana, PAN: Bicara Langsung ke Prabowo Jauh Lebih Efektif
-
Jusuf Kalla Lapor Bareskrim, Seret Nama Rismon Sianipar Soal Dugaan Hoaks Ijazah Jokowi
-
Jusuf Kalla Desak Israel Segera Buka Kembali Masjid Al-Aqsa
-
JK dan ICWA Soroti Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Indonesia
-
Formal: Jusuf Kalla: Masjid Harus Menjadi Pusat Peradaban dan Kemajuan Ekonomi Umat
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR