Matamata.com - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto berharap penuh agar Pilpres 2024 ini cukup berjalan satu putaran. Harapan serta target itu memang sudah kerap dibahas oleh kubu paslon nomor urut 2.
Bukan tanpa alasan Prabowo Subianto menargetkan pilpres itu berjalan dengan cepat. Mengingat pesta demokrasi rakyat Indonesia tentu mengeluarkan banyak biaya.
Seperti diketahui, isu pilpres berjalan satu putaran memang sudah cukup ramai dibahas. Kubu paslon nomor urut 1 dan 3 juga sudah angkat bicara terkait masalah tersebut.
Prabowo Subianto memiliki alasan lain mengapa Pilpres 2024 nanti cukup sekali putaran. Hal itu berkaitan dengan uang atau biaya yang bisa dihemat.
"Pilpres itu sekali putaran saja lah, kan lebih baik uangnya dihemat. Nanti semua itu juga untuk rakyat Indonesia," ujar Prabowo dikutip, Minggu (7/1/2024).
Lebih lanjut, Prabowo Subianto bahkan cukup percaya diri dalam Pilpres 2024 nanti. Ketum Gerindra yang beberapa waktu berkampanye di Bogor juga menargetkan kemenangan besar di daerah tersebut.
"Saya ini warga Bogor, saya minta Bogor 90 persen, siap?, sanggup?. Yakinlah, yakinilah semua tetangga, semua lingkungan, mertua,ipar, yakinkan mereka," kata dia.
Prabowo juga mengatakan bahwa ia merupakan pemimpin yang bakal meneruskan langkah Joko Widodo (Jokowi) dalam membangun Indonesia ke depan. Hal itu juga ekonomi Indonesia makin menguat berkat sosok Jokowi yang memimpin Indonesia.
"Semua yang telah dilakukan pemerintah Jokowi, akan kita teruskan. Kita sempurnakan dan tentu kita tambah, kita tidak ragu-ragu. Karena ekonomi yang dibangun sudah kuat, dan [mungkin] terkuat di dunia saat ini, maka perlu kita percepat," kata Prabowo.
Isu Pilpres 2024 satu putaran memang menjadi target besar paslon nomor urut 2. Hal itu memang tidak salah mengingat dengan kepercayaan diri Prabowo-Gibran pada hari pemungutan suara mendatang.
Kendati begitu, kubu paslon nomor urut 1 dan 3 tak yakin dengan target tersebut. Hal itu lantaran para pendukung mereka juga cukup masif sejauh berjalan.
Kendati demikian, tim pemenangan paslon nomor urut 1 dan 3 mengingatkan agar Prabowo-Gibran bertarung secara sehat dalam pemilu ini. Indikasi kecurangan atau pelibatan aparat dalam pemilu harus dihindari.
Bukan tanpa alasan, keterlibatan aparat sendiri terjadi di paslon nomor urut 2 dengan lolosnya Gibran Rakabuming Raka maju sebagai cawapres Prabowo dengan aturan yang disahkan oleh MK terhadap minimal batas usia mendaftar sebagai capres-cawapres.
Berita Terkait
-
Bawa Investasi Rp380 Triliun, Presiden Prabowo Tiba di Jakarta Usai Lawatan dari Jepang dan Korsel
-
DPR dan Pemerintah Jamin Stok BBM Aman, Harga Dipastikan Tidak Naik
-
BGN Perketat SOP Makan Bergizi Gratis, 760 Satuan Pelayanan Dihentikan Sementara
-
DPR Dukung Pembentukan Kemenekraf, Tekankan Perlindungan Pekerja Kreatif
-
Kawendra Lukistian: Kasus Amsal Sitepu Cederai Semangat Presiden Prabowo Majukan Ekraf
Terpopuler
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo
Terkini
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo