Matamata.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menghormati komunikasi antara tim pemenangan pasangan calon presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan pasangan Capres nomor urut 3 Ganjar Prabowo-Mahfud MD.
Juru bicara TKN Prabowo-Gibran, Andre Rosiade memastikan bahwa "kemesraan politik" yang ditunjukkan kedua Capres tersebut tidak mengganggu konsentrasi para loyalis pasangan capres-cawapres nomor urut 2 untuk memenangkan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 dalam sekali putaran.
"Sekali lagi kalau kita melihat ya tentu kita menghormati dan menghargai seluruh komunikasi yang ada," kata Andre, Sabtu (13/1/2024).
Andre mengatakan, TKN Prabowo-Gibran yang berasal dari gabungan partai politik juga mempunyai komunikasi yang baik dengan partai politik pengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 1 dan 3.
Komunikasi tersebut, dinilainya sebagai sesuatu yang biasa terjadi dalam setiap kontestasi pemilihan umum, termasuk pada Pilpres 2024.
"Kami juga secara partai politik juga mempunyai komunikasi yang baik dengan partai (pengusung) di capres-cawapres 01 maupun 03 karena kita bekerjasama di parlemen dengan baik. Jadi menurut saya tidak ada masalah kalau komunikasi berjalan," ujarnya.
Sementara itu, terkait adanya potensi koalisi antara kedua kompetitor Prabowo-Gibran jika pilpres digelar dua putaran, Andre menganggap hal tersebut sebagai bentuk pengakuan bahwa Prabowo-Gibran mengungguli dua pasangan calon lainnya dan akan melenggang mulus ke putaran kedua.
"Kalau dalam kontestasi pilpres 14 Februari 2024 nanti, hal ini menunjukkan bahwa 01 dan 03 memahami dan menyatakan dengan pertemuan itu bahwa Pak Prabowo itu unggul sesuai dengan lembaga survei yang menyatakan Pak Prabowo sudah mendekati angka 50 persen," kata dia.
Selanjutnya, untuk menyikapi tingginya intensitas komunikasi dari dua pasangan calon tersebut, menurut dia, TKN akan fokus untuk bekerja lebih keras lagi dengan turun langsung ke masyarakat, memastikan pasangan Prabowo-Gibran memenangkan pesta demokrasi Pilpres 2024.
Sebelumnya, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), Masinton Pasaribu mengakui bahwa tim pasangan calon presiden nomor urut 3 Ganjar-Mahfud telah menjalin komunikasi informal dengan tim pasangan calon nomor urut 1 Anies-Muhaimin terkait peluang koalisi antara keduanya.
"Ada komunikasi formal ada komunikasi informal. Ya, berjalan komunikasi dulu informal, membangun satu pemahaman berama baru nanti diformalkan. Jadi, kita komunikasi-komunikasi dengan teman 01," kata Masinton di sela-sela diskusi bertajuk "Jadi 'Omon-omon' Istana hingga rakyat jelata", di Jakarta, Sabtu.
Masinton mengatakan bahwa komunikasi tim pemenangan pasangan capres-cawapres 1 dan 3 terjadi secara natural karena memiliki kesadaran yang sama terkait kondisi demokrasi saat ini.
Kedua tim pemenangan khususnya yang berada di level akar rumput, menurutnya sama-sama berupaya untuk menjaga dan mempertahankan demokrasi yang telah berjalan 25 tahun di Indonesia agar tidak kembali ke era otoriteritarian seperti masa orde baru. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Buka Rakornas 2026 di SICC, Ribuan Pejabat Daerah Berkumpul
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Komisi X DPR Sebut Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Fokus pada Penguasaan Teknologi
-
Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog