Matamata.com - Gibran Rakabuming Raka mendapat desakan untuk mundur dari jabatan Wali Kota Solo terkait agenda kampanye yang harus ia jalani bersama capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.
Bukan tanpa alasan, mundurnya Gibran dari jabatan Pemkot untuk menghindari potensi penggunaan fasilitas negara ketika berkampanye.
Menanggapi desakan tersebut, adik kandung Gibran, Kaesang Pangarep angkat bicara. Menurutnya desakan respons biasa dalam dinamika politik yang sedang berkembang.
Sehingga desakan mundur tersebut, ia kembalikan kepada bagaimana masyarakat memandang, terlepas Gibran harus menjalani sejumlah agenda kampanye yang ketat.
"Kan kembali ke masyarakat, gimana maunya. Maunya Mas Gibran tetap jadi Wali Kota untuk sekarang atau nanti," ujar Kaesang dikutip Minggu (21/1/2024).
Ketum PSI ini menganggap bahwa jika Gibran masih dapat menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota Solo sambil mencalonkan diri sebagai cawapres, keputusan tentang apakah Gibran seharusnya mundur atau tidak seharusnya menjadi hak prerogatif masyarakat Solo.
Desakan mundurnya Gibran sebagai Wali Kota Solo disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Solo, Y. F. Sukasno. Ia mengajukan permintaan agar Gibran mundur dari jabatannya sebagai wali kota.
Gibran dianggap kurang optimal dalam menjalankan tugasnya sebagai wali kota, terutama karena sering mengambil cuti untuk keperluan kampanye.
Meskipun Sukasno menyadari bahwa tidak ada regulasi yang mengharuskan Gibran mundur, ia tetap berpendapat bahwa seringnya cuti yang diambil dapat mengganggu aktivitas pemerintahan juga.
Terlepas dari cuti yang diambil Gibran, beberapa kegiatan pemerintahan di Kota Solo masih terus berjalan. Di sisi lain, beberapa waktu ini Gibran juga tak jarang menyelesaikan tugas dan agenda penting yang ada di Kota Bengawan.
Di sisi lain, adanya Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa kegiatan dan pembangunan di Kota Solo masih berjalan normal. Ia juga memastikan pelayanan publik di Kota Solo tanpa Gibran masih berjalan optimal.
Tak dipungkiri, Gibran masih berusaha melakukan kampanye untuk menjaga dan mendulang dukungan suara menuju Pemilu 2024.
Target paslon nomor urut 2 untuk memenangkan Pilpres 2024 satu putaran masih menjadi ambisi besar. Kondisi ini juga harus diwaspadai tim pemenangan Prabowo-Gibran mengingat beberapa angka elektabilitas masih tertinggal dari paslon nomor urut 3.
Tak melulu soal mendulang suara dengan datang ke masyarakat. Penyampaian gagasan dan tawaran visi misi juga bisa mempersuasi masyarakat untuk menjatuhkan pilihan ke masing-masing kandidat.
Maka dari itu, dalam debat keempat yang akan dihelat Minggu malam ini menjadi momentum para kandidat cawapres untuk menunjukkan gagasan yang baik untuk masyarakat ke depan.
Debat keempat nantinya diikuti cawapres yang akan dihelat di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, pukul 19.00 WIB.
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Buka Rakornas 2026 di SICC, Ribuan Pejabat Daerah Berkumpul
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Komisi X DPR Sebut Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Fokus pada Penguasaan Teknologi
-
Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog