Baktora | MataMata.com
Gibran Rakabuming Raka saat memaparkan jawaban di debat cawapres, Minggu (21/1/2024). (Instagram/@prabowo)

Tak dipungkiri secara substansi, Gibran mampu menjawab pertanyaan meski tak sepenuhnya membuat puas kandidat lain yang bertanya.

"Kalau Pak Gibran memang di luar substansi yang saya sampaikan, tampak lebih ofensif ya. Seperti di debat pertama masih menggunakan strategi yang sama dengan menanyakan sesuatu yang kira-kira buat orang lain tidak paham maksudnya," terang Wawan.

Performanya justru dianggap memunculkan sentimen negatif. Hal itu banyak terlihat pemberitaan yang ada di media sosial.

Kandidat cawapres, Mahfud MD dan Gibran Rakabuming Raka saat adu argumen dalam debat cawapres di JCC, Senayan, Minggu (21/1/2024). (YouTube/ KPU RI)

 

"Strategi politik atau strategi debat itu ternyata bisa memunculkan respon publik yang juga berbeda-beda. Bisa jadi Pak Gibran kena batunya dengan caya begitu kan, karena sentimen publik cenderung negatif di pemberitaan medsos," ujar dia.

Di sisi lain Pakar Komunikasi Politik, Efendi Gazali menyebutkan gimik Gibran saat mencari jawaban ketika melayangkan pertanyaan ke Mahfud MD baru pertama dilihat di debat capres manapun.

Di sisi lain gimik yang dibuat Gibran memang wajar dilakukan dalam debat. Hanya saja menurut Efendi jika hal itu dilakukan berulang kali, akan sangat mengganggu.

Load More