Matamata.com - Nilai IPK cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka dianggap kecil untuk lulusan sarjana dari University of Bradford, Inggris. Gibran meraih Second Class Honours - Second Division atau sebesar 48.0 persen.
Jika dikonversikan ke IPK Indonesia, Gibran Rakabuming Raka hanya meraih IPK 2,3. Jumlah terungkap dari cuitan salah satu akun Twitter @BangBudiKur.
"Gibran itu lulus S1 dapat nilai lower second class honours (setara 48). Untuk nilai segitu, daftar kuliah master aja susah diterima. Itu setara IPK 2,3 kalau sistem Indonesia," cuitnya dikutip, Selasa (23/1/2024).
Namun apakah benar nilai 48 persen yang didapatkan Gibran dari University of Bradford itu hanya 2,3 jika dikonversikan ke IPK Indonesia?.
Melansir dari laman resmi bradford.ac.uk, dijelaskan bahwa untuk lulusan universitas terbagi ke beberapa level, mula dari First Class Honours (68 persen), Second Class Honours - First Division (58 persen) lalu Second Class Honours-Second Division (48 persen) dan Third Class Honours (di bawah 48 persen).
Mengkonversikan angka penilaian dari Inggris itu sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Hal itu dijelaskan dalam sebuah video di kanal YouTube Youth & Travails yang dikelola oleh seorang lulusan S3 dari Universitas Katolik, KU Leuven di Belgia, David Tjandra Nugraha.
David mencontohkan jika sistem penilaian di tiap negara berbeda-beda. Ia mengambil salah satu contoh di Inggris di mana dalam penilaian IPK menggunakan prosentase dari 1-100 persen.
"Misalnya UK dulu deh, mereka punya klasifikasi dalam gelarnya. Pertama First Class Honours lalu
Second Class Honours yang dibagi lagi jadi upper dan lower," terang dia.
David mengungkapkan bahwa di UK menggunakan sistem nilai dari 70 persen. Jika ingin dikonversikan dengan IPK di Indonesia, di mana paling tertinggi adalah angka empat, tinggal dikalikan saja.
"Misal First Class Honours itu 70 persen ya, nilai maksimal kita kan 4 ya, 70 persennya berapa? 2,8 kalau di Indonesia," ujar dia.
"Jadi dengan nilai 2,8 menurut hitungan mereka kita tuh sudah first class honours," kata dia.
Jika merunut hitungan tersebut, di mana Gibran meraih gelar Second Class Honours-Second Division sebesar 48 persen, maka didapatkan nilai konversi IPK sebesar 1,92.
Jumlah IPK Gibran memang sangat kecil jika dikonversikan dalam IPK Indonesia bahkan angka 1,9 sangat kurang untuk lulusan sarjana.
Namun melihat gelar First Class Honours di University of Bradford yang cukup diraih dengan nilai IPK 2,8 tentu menjadi pertimbangan untuk membandingkan apakah nilai Gibran sangat kurang di level pendidikan Inggris dan Indonesia.
Hingga kini Gibran Rakabuming Raka masih melanjutkan kampanyenya di beberapa wilayah di Indonesia. Wali Kota Solo ini mempersiapkan diri untuk menggelar kampanye akbar dalam persiapan Pilpres yang akan dihelat 14 Februari 2024 mendatang.
Berita Terkait
-
Wapres Gibran Buka Pengaduan di Kebon Sirih, Bantu Warga Tak Mampu Bayar SPP
-
Prediksi Pilpres 2029: Hensa Sarankan Prabowo Tak Pilih Cawapres yang Ambisius Jadi Capres
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
-
Gibran di UKSW: Anak Muda Harus Kuasai Coding dan AI Agar Tak Sekadar Jadi Penonton
-
Tinjau Banjir Bekasi, Wapres Gibran Instruksikan Forkopimda Turun Langsung Dampingi Korban
Terpopuler
-
Dikaruniai Bayi Laki-laki, Irwansyah dan Zaskia Sungkar Anggap Kejutan Awal Ramadan
-
Ribuan Jamaah Makassar Ikuti Buka Puasa Bersama Program Raja Salman di Masjid 99 Kubah
-
Mendes Yandri Usul Setop Izin Minimarket Baru demi Hidupkan Koperasi Desa
-
Menhub Targetkan Perbaikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Rampung H-10
-
Gugat Status Tersangka KPK, Yaqut Sebut Pembagian Kuota Haji Berdasarkan Keselamatan Jiwa
Terkini
-
Ribuan Jamaah Makassar Ikuti Buka Puasa Bersama Program Raja Salman di Masjid 99 Kubah
-
Mendes Yandri Usul Setop Izin Minimarket Baru demi Hidupkan Koperasi Desa
-
Menhub Targetkan Perbaikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Rampung H-10
-
Gugat Status Tersangka KPK, Yaqut Sebut Pembagian Kuota Haji Berdasarkan Keselamatan Jiwa
-
HNW Dukung OKI Kecam Dubes AS: Pernyataan Mike Huckabee Provokatif dan Ancam Kedaulatan Timur Tengah