Matamata.com - Dokter Richard Lee akhirnya angkat bicara soal dugaan penipuan yang dilakukan oleh mantan anggota boyband CJR, Aldy Maldini, enam tahun lalu. Kisah ini menjadi perbincangan hangat di tengah ramainya kabar serupa yang menerpa Aldy dalam beberapa waktu terakhir.
Richard tak segan mengisahkan bagaimana ia pernah menjadi korban Aldy dan menuturkan kronologi kejadian tersebut agar jadi pembelajaran banyak pihak.
Kisah bermula sekitar tahun 2018, ketika Richard Lee yang kala itu sedang merintis bisnis klinik kecantikan, menerima tawaran promosi dari pihak manajemen Aldy Maldini. Dalam pernyataannya, Richard Lee secara gamblang menyebut bahwa dirinya membayar sejumlah uang kepada Aldy untuk jasa promosi, namun promosi tersebut tak kunjung dilaksanakan.
"Dia (Aldy) menawarkan endorse klinik saya. Komunikasi waktu itu sama pihak manajemennya langsung dan mereka minta pembayaran di awal," ungkap Richard saat dihubungi detikHOT. Richard mengaku bersedia membayar karena memang membutuhkan promosi dari public figure seperti Aldy yang masih cukup terkenal kala itu. "Saya pikir, ya sudah, ini kan untuk kebaikan bisnis juga," lanjutnya.
Setelah melakukan pembayaran, Richard mulai merasa ada kejanggalan karena janji-janji yang disampaikan pihak Aldy Maldini tak kunjung ditepati.
"Setelah saya kirimkan pembayaran, postingan promosi yang dijanjikan tidak ada. Saya sudah follow up berkali-kali, bahkan ada bukti chat-nya dengan manajemen dan Aldy langsung," paparnya lagi.
Meskipun sudah berusaha menghubungi Aldy dan manajemennya, hasilnya tetap nihil. Aldy tak juga mempromosikan klinik milik Richard seperti yang telah disepakati. Merasa ditipu, Richard Lee akhirnya mengambil pelajaran berharga dan membagikan pengalamannya kepada publik.
Menurutnya, hal ini penting agar tak ada lagi orang yang menjadi korban serupa ke depannya. Richard pun tak segan menyebut nominal kerugian yang ia alami dalam kejadian tersebut, meski lebih menekankan pada rasa kecewanya atas sikap tidak profesional manajemen Aldy.
"Uangnya tidak besar, tapi masalahnya di kepercayaan. Saya kecewa sekali karena pernah memercayai mereka," tegas Richard.
Kisah Richard Lee kembali menjadi sorotan usai nama Aldy Maldini ramai diperbincangkan terkait dugaan kasus penipuan yang sama terhadap beberapa orang lain di dunia hiburan. Akhir-akhir ini, nama Aldy kerap disebut dalam laporan atau pengakuan sejumlah korban terkait penipuan endorse maupun penawaran jasa kerja sama yang tak kunjung direalisasikan.
Richard berharap, pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi pelaku industri hiburan dan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menjalin kerja sama.
"Mudah-mudahan tidak ada korban berikutnya lagi. Saya juga ingin kasus ini jadi pengingat, baik bagi artis maupun pihak manajemen, untuk lebih profesional," pungkasnya.
Kisah ini pun menambah deretan catatan penting soal transparansi, profesionalisme, dan etika dalam dunia hiburan serta bisnis, terutama pada kolaborasi antara selebritas dan pemilik usaha. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau lebih selektif, teliti, serta memastikan kontrak kerja sama berlangsung secara profesional sesuai kesepakatan.
Berita Terkait
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee
-
Adly Fairuz Dilaporkan Pidana ke Polres Jaktim dan Besok Hadapi Sidang Perdata di PN Jaksel
-
Tanggapi Gugatan Wanprestasi Rp5 Miliar, Adly Fairuz Siap Hadapi Persidangan
-
Tak Gentar! Doktif Siap Bongkar Kasusnya di Pengadilan, Usai Jadi Tersangka Laporan Richard Lee
-
Kemnaker: Hati-hati Penipuan, Belum Ada Program BSU untuk Tahun 2026
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog