Matamata.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung serentak Kuartal II dan melepas ekspor perdana jagung dari Kabupaten Bengkayang ke Kuching, Malaysia, Kamis (5/6).
Kunjungan ini menandai tonggak sejarah baru bagi sektor pertanian Kalimantan Barat, dengan ekspor jagung lokal untuk pertama kalinya menembus pasar internasional.
Presiden tiba di Lanud Harry Hadisoemantri, Kabupaten Bengkayang, pada pukul 10.05 WIB. Kedatangan Kepala Negara disambut antusias oleh ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA serta masyarakat umum yang memadati pinggir jalan, mengibarkan bendera Merah Putih.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Presiden turut meninjau sejumlah stan pameran teknologi pertanian yang menampilkan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti Corn Harvester, proses bisnis ketahanan pangan Polri, serta berbagai produk dari koperasi, perusahaan swasta, dan UMKM binaan pemerintah daerah serta Kementerian Pertanian. Dalam kesempatan tersebut, Presiden tampak aktif berdialog dengan petugas stan dan pejabat pendamping.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelepasan ekspor perdana jagung hasil panen Bengkayang ke Malaysia. Ekspor ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat posisi jagung lokal Kalimantan Barat di pasar regional.
Selain itu, Presiden juga dijadwalkan meresmikan fasilitas Gudang dan Pabrik Dryer Jagung "Pangan Merah Putih" di Jalan Bukit Tinggi, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Fasilitas ini memiliki kapasitas tampung hingga 5.000 ton dan kemampuan pengeringan hingga 300 ton per hari.
Keberadaan gudang ini ditargetkan untuk mendukung distribusi jagung lokal, mendorong hilirisasi, serta meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian daerah.
Dalam rangka memperkuat infrastruktur pasca panen, Presiden bersama jajaran kementerian dan lembaga juga melakukan seremoni groundbreaking pembangunan 18 gudang jagung Polri secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Gudang-gudang ini akan difungsikan sebagai pusat penampungan hasil produksi jagung nasional.
Kegiatan ini mencerminkan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong ekspor, serta membangun ekosistem pertanian nasional yang lebih mandiri dan kompetitif.
Baca Juga
Berita Terkait
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Targetkan Biaya Logistik Turun
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
Hendropriyono Ingatkan Masyarakat Waspadai Provokasi dan Upaya Adu Domba
-
Kepala Bakom RI: Makan Bergizi Gratis Mandat Rakyat, Tak Bisa Dihentikan
Terpopuler
-
JPU Tak Dapat Hadirkan 14 Saksi di PN Jakbar, Terdakwa Reinhart Muljadi dan Tim Kuasa Hukum Kecewa
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
-
Menteri ESDM Cari Solusi Kenaikan Harga Gas Industri demi Cegah PHK Massal
-
Kasus Suap Impor: Tiga Mantan Pejabat Bea Cukai Jalani Sidang Perdana 3 Juli
-
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Transformatif Hadapi Tantangan Dunia Kerja
Terkini
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
-
Menteri ESDM Cari Solusi Kenaikan Harga Gas Industri demi Cegah PHK Massal
-
Kasus Suap Impor: Tiga Mantan Pejabat Bea Cukai Jalani Sidang Perdana 3 Juli
-
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Transformatif Hadapi Tantangan Dunia Kerja
-
Menhut Raja Juli Antoni: RI Siap Masuk Fase Baru Pasar Karbon Kredibel