Matamata.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjalin kerja sama dengan MD Entertainment dalam upaya memperkuat industri perfilman Indonesia dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa pengembangan subsektor perfilman diyakini mampu mendorong pertumbuhan industri kreatif, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan ekspor film berkualitas ke pasar global.
“Pada akhirnya, investasi dan ekspor perfilman Indonesia akan menjadi nilai tambah dalam perekonomian nasional,” ujar Riefky dalam keterangan resmi, Senin (9/6).
Kerja sama ini mencakup pengembangan serial animasi melalui MD Animation yang mengelola Intellectual Property (IP) seperti Adit Sopo Jarwo.
Menurut Riefky, IP yang telah siap pakai tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai bentuk kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam pembuatan konten promosi program kerja, aktivasi hiburan, maupun iklan layanan masyarakat.
Sementara itu, CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri perfilman nasional serta menjaga keberlanjutan pertumbuhannya.
“Kita harus susun strategi, regulasi, atau standarisasi bersama sehingga terjadi kesepakatan yang tidak tumpang tindih. Kita juga harus paham konteks tantangan yang dihadapi para pegiat perfilman secara keseluruhan demi memastikan proses produksi sampai distribusi jatah layar merata ke berbagai daerah,” ujar Manoj.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi aktif dengan pemerintah sangat penting demi keberlanjutan industri film dalam jangka panjang.
MD Entertainment yang berdiri sejak 2002 telah memproduksi berbagai sinetron populer seperti Dia, Bawang Merah Bawang Putih, dan Cinta Fitri.
Sejak 2008, perusahaan ini memperluas kiprahnya ke layar lebar dengan film Ayat-Ayat Cinta yang mencapai 3,6 juta penonton dan film horor KKN di Desa Penari yang menembus angka 10 juta penonton.
Saat ini, MD Entertainment memiliki sejumlah lini bisnis, di antaranya MD Animation, MD Pictures, MD Music, MD Studios, dan MDA Restaurants.
Salah satu unit yang sedang berkembang pesat adalah MD Animation, yang dikenal melalui serial Adit Sopo Jarwo. Serial ini mengusung muatan lokal dan jenaka, serta pernah meraih penghargaan Film Animasi Terbaik di Anti Corruption Film Festival 2014 dan Program Anak Terfavorit di Panasonic Gobel Awards 2018. (Antara)
Berita Terkait
-
Fadli Zon Ungkap Strategi Pemerintah Majukan Film Nasional di Hari Film Nasional 2026
-
DPR Dukung Pembentukan Kemenekraf, Tekankan Perlindungan Pekerja Kreatif
-
8 Film Indonesia Tayang Maret 2022, Nafa Urbach Comeback di Film Bergenre Horor
-
7 Film yang Cocok Ditonton saat Valentine, Ada Dilan 1990 dan Ada Apa Dengan Cinta?
-
8 Film Indonesia Paling Banyak Ditonton 2022, Film Kukira Rumah Diprediksi Bakal Menyalip Dear Nathan: Thank You Salma
Terpopuler
-
Stella Christie Ungkap Penyebab Energi Panas Bumi Belum Optimal di Indonesia
-
Don Lee Puji Dukungan Pemprov DKI Selama Syuting Film 'Extraction: Tygo' di Jakarta
-
Implementasi B50 Juli 2026: Mentan Siapkan 3,5 Juta Ton CPO dan Hemat Subsidi Rp48 Triliun
-
Menkeu Purbaya Usul Ambil Alih PNM dari Danantara, Ingin Hemat Subsidi KUR Rp40 Triliun
-
Mentan Amran Sulaiman: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa
Terkini
-
Stella Christie Ungkap Penyebab Energi Panas Bumi Belum Optimal di Indonesia
-
Don Lee Puji Dukungan Pemprov DKI Selama Syuting Film 'Extraction: Tygo' di Jakarta
-
Implementasi B50 Juli 2026: Mentan Siapkan 3,5 Juta Ton CPO dan Hemat Subsidi Rp48 Triliun
-
Menkeu Purbaya Usul Ambil Alih PNM dari Danantara, Ingin Hemat Subsidi KUR Rp40 Triliun
-
Mentan Amran Sulaiman: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa