Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia bisa swasembada susu pada 2029 melalui Peta Jalan Pemenuhan Susu Segar Nasional 2025–2029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah merencanakan impor sekitar satu juta ekor sapi perah dalam lima tahun ke depan.
“Khusus untuk komoditas susu, pemerintah telah membuat Peta Jalan Pemenuhan Susu Segar 2025–2029. Untuk mencapai target swasembada susu tahun 2029, kita membutuhkan impor sapi perah sebanyak 1 juta ekor selama 5 tahun ke depan,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (15/7).
Selain mengandalkan impor, peningkatan produktivitas sapi perah lokal juga terus diupayakan melalui program inseminasi buatan. Agung menjelaskan, inseminasi menggunakan straw dari Balai Besar Inseminasi Buatan di Singosari, Kabupaten Malang, menjadi salah satu cara memperkuat populasi dan produktivitas sapi perah dalam negeri.
“Straw ini menjadi penguat kita untuk peningkatan populasi dan produktivitas sapi-sapi perah kita yang ada saat ini,” tambahnya.
Saat ini, sekitar 79 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor. Untuk itu, Program Percepatan Susu dan Daging Nasional telah dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk mempermudah peternak, termasuk di wilayah Pasuruan, dalam mengimpor sapi perah guna mendongkrak kualitas susu lokal. Ia menyatakan kebijakan ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah kepada peternak lokal, sekaligus sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Amran juga meminta seluruh jajaran Kementan untuk memangkas birokrasi perizinan impor sapi perah dan menegaskan agar tidak ada gratifikasi dalam pelayanan terhadap peternak maupun importir. (Antara)
Berita Terkait
-
Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Bansos Pangan Hingga Diskon Transportasi
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Indonesia Hilang 554 Ribu Hektare Sawah, Prabowo Perintahkan Lahan LP2B Tak Boleh Diubah Selamanya
-
Bulog Lipat Gandakan Stok Pangan di Sumbagut 3 Kali Lipat Jelang Ramadhan 2026
-
Sokong Swasembada Pangan, Wamentrans Dorong Modernisasi Desa Transmigrasi di Banyuasin
Terpopuler
-
Ambil Paksa Sang Buah Hati, Inara Rusli Laporkan Virgoun ke Komnas Anak
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Wamenkop Minta Koperasi Pesantren Pasok Kebutuhan Pangan Lokal
-
Kejar Target 372 Unit Layanan Gizi di Kaltim, BGN Bakal Serap 18.600 Tenaga Kerja Lokal
-
Gerbang Rafah Segera Dibuka, PBB Berharap Bantuan Kargo Bisa Segera Masuk Gaza
-
Coret Pejabat Tinggi, Menteri Haji: Petugas Haji Daerah Maksimal Eselon IV Agar Fokus Melayani
Terkini
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Wamenkop Minta Koperasi Pesantren Pasok Kebutuhan Pangan Lokal
-
Kejar Target 372 Unit Layanan Gizi di Kaltim, BGN Bakal Serap 18.600 Tenaga Kerja Lokal
-
Gerbang Rafah Segera Dibuka, PBB Berharap Bantuan Kargo Bisa Segera Masuk Gaza
-
Coret Pejabat Tinggi, Menteri Haji: Petugas Haji Daerah Maksimal Eselon IV Agar Fokus Melayani
-
Menkes Budi Gunadi Tinjau RSUD Maba, Pastikan Kesiapan Layanan Kesehatan di Halmahera Timur