Matamata.com - Nilai tukar rupiah kembali tertekan akibat sentimen global, khususnya rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan tarif baru terhadap sejumlah negara.
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menilai pelemahan kurs rupiah dipicu oleh pernyataan Trump yang mengindikasikan akan segera mengeluarkan pemberitahuan tarif kepada beberapa negara.
"Presiden AS Donald Trump mengatakan surat pemberitahuan kepada negara-negara tentang tarif AS mereka akan segera dikeluarkan, dan mengatakan pada hari Rabu (16/7/2025) bahwa ia mungkin akan mengenakan tarif menyeluruh sebesar 10 persen atau 15 persen kepada negara-negara kecil," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Adapun perjanjian dagang antara AS dengan Indonesia dan Vietnam disebutkan akan diumumkan dalam waktu dekat. Sementara itu, Trump juga menyampaikan optimisme terhadap kesepakatan dengan Tiongkok mengenai obat-obatan terlarang. Ia juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan dagang dengan India hampir tercapai, dan peluang kesepakatan serupa dengan Eropa tetap terbuka.
Selain isu tarif, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS. Hal ini turut dipicu oleh pernyataan Trump yang tidak akan memecat Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, meskipun kemungkinan itu masih terbuka jika ditemukan bukti kecurangan dari The Fed.
"Kekhawatiran atas pemecatan Powell dipicu oleh meningkatnya serangan Trump terhadap Ketua Fed tersebut, sementara beberapa anggota sekutu Trump di Partai Republik juga terlihat menyerukan agar Powell segera dicopot. Trump mengklaim bahwa Powell terlambat dalam memangkas suku bunga AS, menuntut agar Powell segera melakukannya untuk mencegah kerusakan ekonomi," jelas Ibrahim.
Pada penutupan perdagangan Rabu (16/7), nilai tukar rupiah melemah 54 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp16.341 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.287. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga turun ke level Rp16.329 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.288. (Antara)
Berita Terkait
-
Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Saling Serang
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Hampir 90 Hari, Warga Teheran Turun ke Jalan Dukung Pemerintah Iran Lawan AS-Israel
Terpopuler
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
Terkini
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia