Matamata.com - Sebanyak 414 bungkus rokok dari berbagai merek yang diduga ilegal diamankan dalam operasi penindakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Rokok Ilegal Kabupaten Manggarai Barat di Pasar Serang, Kecamatan Sano Nggoang, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Labuan Bajo, Ahmad Faisol, mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penelitian untuk memastikan status hukum dari barang bukti tersebut.
“Saat ini dalam tahap penelitian, semoga di minggu ini sudah final hasilnya seperti apa,” ujarnya saat dihubungi dari Labuan Bajo, Senin malam (29/7).
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah rokok-rokok tersebut benar-benar ilegal dan siapa pihak yang bertanggung jawab atas peredarannya. Ahmad menegaskan bahwa setiap temuan akan diproses sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kalau pelanggaran, kami akan meneliti untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab, dan penelitian ini untuk memenuhi dua alat bukti,” jelasnya.
Selama periode Januari hingga awal Juli 2025, Bea Cukai Labuan Bajo telah melakukan 49 kali penindakan terhadap peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal, dengan total barang bukti mencapai 716.856 batang rokok. Barang-barang tersebut terdiri dari rokok tanpa pita cukai maupun yang menggunakan pita cukai palsu, dengan estimasi potensi kerugian negara sebesar Rp694 juta.
Kepala Satpol PP Manggarai Barat, Yeremias Ontong, yang turut serta dalam operasi gabungan itu menjelaskan bahwa rokok-rokok ilegal ditemukan dari sejumlah distributor di area pasar.
“Tim menemukan 414 bungkus atau sekitar 8.280 batang rokok ilegal dari berbagai merek yang disita dari para distributor di pasar itu,” ungkap Yeremias.
Operasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara Satpol PP, TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, dan Bea Cukai setempat. Sebelumnya, tim telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan konsekuensi hukum dari peredaran rokok ilegal.
Yeremias menambahkan bahwa seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada Bea Cukai Labuan Bajo untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, pelaku peredaran rokok ilegal dapat dikenai hukuman pidana.
“Pada pasal 54 Undang-Undang tentang Cukai itu menyebutkan setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan rokok tanpa pita cukai dapat dipidana penjara minimal satu tahun dan maksimal lima tahun, atau dikenai denda minimal dua kali dan maksimal 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kemenkeu Kaji Penambahan Layer Baru Cukai Rokok, Fokus Tekan Peredaran Ilegal
-
Skandal Impor Barang KW: KPK Endus Aliran Dana Berjenjang di Bea Cukai hingga ke 'Safe House'
-
Realisasi APBN KiTa Januari 2026: Penerimaan Cukai Terkontraksi, Bea Keluar Anjlok 41,6 Persen
-
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
-
KPK Buru Importir Pengguna Jasa Blueray Cargo dalam Skandal Suap Barang KW
Terpopuler
-
Sambut Lebaran Idul Fitri 1447 H, Musisi Rucky Markiano Luncurkan Lagu 'Dosa'
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi