Matamata.com - Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkap bahwa pertemuannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dilakukan untuk menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya adalah ucapan selamat atas terselenggaranya Kongres Ke-6 PDIP.
"Pesan dari Pak Prabowo sebagai Ketua Umum Partai (Gerindra) kepada saya untuk disampaikan kepada Ibu Mega. Pertama, adalah ucapan selamat kongres," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8).
Ia menjelaskan, karena kongres tersebut berlangsung secara tertutup dan tidak mengundang partai lain, maka ucapan selamat disampaikan melalui pertemuan pribadi.
"Karena memang PDIP tidak mengundang pihak luar, termasuk para ketua umum, sehingga pada kesempatan itu Pak Prabowo sebagai ketua umum menitipkan pesan selamat kongres," katanya.
Dalam pertemuan itu, Dasco turut didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang juga membawa sejumlah pesan dari Presiden Prabowo, khususnya terkait Museum Bung Karno.
"Kalau Mensesneg itu pesan Presiden (untuk disampaikan) kepada Ibu Mega itu ada beberapa hal mengenai museum Bung Karno," kata Dasco.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas pandangan Presiden Prabowo terhadap Undang-Undang Pemilu. Dasco menyebut, saat ini fraksi-fraksi di parlemen tengah melakukan simulasi internal sebelum pembahasan resmi dilakukan di Komisi II DPR RI.
"Beberapa hal yang terkait dengan masalah Undang-Undang Pemilu," ungkapnya. "Masing-masing partai sedang melakukan simulasi. Nah, nanti setelah reses masuk kami akan mensinergikan di Komisi II tentunya," sambung Dasco.
Di kesempatan yang sama, Prasetyo Hadi menambahkan bahwa pesan Presiden Prabowo mengenai UU Pemilu mencakup pandangan sebagai kepala pemerintahan dan pimpinan partai politik. Pesan tersebut menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi yang memisahkan antara pemilu nasional dan pemilu daerah.
"Kalau berkenaan dengan Undang-Undang Pemilu, Bapak Presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan tentu punya pandangan terhadap hasil keputusan MK," ujar Prasetyo.
Ia menambahkan, "Kedua, secara pribadi; dalam kapasitas beliau sebagai ketua umum salah satu partai politik yaitu Partai Gerindra, tentu juga memiliki pandangan sehingga dalam komunikasi dengan pimpinan partai yang lain, salah satunya pasti juga membicarakan, menyampaikan pandangan-pandangan tersebut."
Sebelumnya, Dasco sempat mengunggah momen pertemuannya dengan Megawati melalui akun Instagram miliknya (@sufmi_dasco) pada Kamis (31/7) malam. Dalam foto tersebut, tampak Dasco, Prasetyo Hadi, Megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo sedang berbincang di sebuah ruang tamu.
Foto itu diberi keterangan singkat oleh Dasco, "Merajut Tali Kebangsaan dan Persaudaraan", tanpa menyebut lokasi maupun waktu pasti pertemuan. (Antara)
Berita Terkait
-
Prabowo Beri Arahan Strategis ke Dudung Abdurachman, Bahas Pertahanan dan Geopolitik Global
-
Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 yang Lampaui Target
-
Stok Beras Bulog 2026: Cadangan Nasional 4,8 Juta Ton Aman, Masyarakat Boleh Cek Gudang
-
Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026
-
Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Tindak Tambang Ilegal di Kawasan Hutan
Terpopuler
-
RI Dorong Asia Pasifik Jadi Kompas Pembangunan Berkelanjutan Dunia
-
BRIN: Ikan Gabus Potensial Jadi Superfood Lokal untuk Pemulihan Kesehatan
-
Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Raja Ampat, Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Adat Mansorandak
-
Prabowo Beri Arahan Strategis ke Dudung Abdurachman, Bahas Pertahanan dan Geopolitik Global
-
KPK Ungkap Alasan Pemanggilan Staf PBNU dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Terkini
-
RI Dorong Asia Pasifik Jadi Kompas Pembangunan Berkelanjutan Dunia
-
BRIN: Ikan Gabus Potensial Jadi Superfood Lokal untuk Pemulihan Kesehatan
-
Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Raja Ampat, Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Adat Mansorandak
-
Prabowo Beri Arahan Strategis ke Dudung Abdurachman, Bahas Pertahanan dan Geopolitik Global
-
KPK Ungkap Alasan Pemanggilan Staf PBNU dalam Kasus Korupsi Kuota Haji