Matamata.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan pentingnya edukasi yang matang kepada masyarakat terkait rencana pemerintah menerapkan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam pembelian LPG 3 kilogram bersubsidi.
Menurut Puan, kebijakan reformasi distribusi subsidi energi memang bertujuan agar tepat sasaran. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah tersebut harus dirancang dengan pendekatan yang berpihak pada rakyat.
"Maka dari itu, kajian yang menyeluruh dan lintas sektor menjadi sangat penting, agar kebijakan ini tidak menimbulkan persoalan teknis maupun masalah sosial di kemudian hari," kata Puan di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan bahwa prinsip subsidi energi tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan semata. Manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
“DPR RI siap menjadi mitra kritis bagi pemerintah dalam memastikan kebijakan ini berjalan dengan adil, transparan, dan tidak menimbulkan kerumitan baru bagi rakyat kecil,” ujarnya.
Puan menilai penggunaan NIK dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan akurasi penyaluran LPG 3 kg, mengingat masih banyak subsidi yang dipakai oleh kelompok tidak berhak. Meski begitu, ia menegaskan perlunya pendekatan yang tepat agar kebijakan tidak menimbulkan masalah baru.
"Pemerintah perlu sosialisasi dengan baik kepada masyarakat mengenai alasan perubahan sistem ini, sekaligus memberikan edukasi maksimal kepada rakyat bahwa subsidi energi harus digunakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan," kata dia.
Selain sosialisasi, Puan mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur data dan teknis di lapangan. Ia mencontohkan integrasi distribusi dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta kepemilikan e-KTP bagi warga yang berhak.
“Jangan sampai seluruh warga yang benar-benar berhak atas subsidi, termasuk yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), mengalami hambatan dalam mengakses LPG bersubsidi hanya karena masalah administratif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Puan menuturkan DPR RI akan terus mendorong kolaborasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar implementasi kebijakan berjalan tanpa memberatkan masyarakat. Ia berharap proses transisi dilakukan secara bertahap dengan sosialisasi yang efektif sehingga publik dapat memahami sekaligus menerima perubahan tersebut.
“Pada akhirnya, semangat dari kebijakan ini adalah memastikan subsidi negara benar-benar sampai ke tangan yang tepat. Tetapi, jangan sampai niat baik tersebut malah menimbulkan kebingungan atau beban baru bagi masyarakat kecil,” pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Puan Minta PLN Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa
-
DPR Dukung Moratorium Dapur Badan Gizi Nasional untuk Makan Bergizi Gratis
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital
-
Hampir 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Puan Maharani: Negara Tidak Boleh Kalah
-
Hilirisasi Dongkrak PNBP Minerba hingga Rp56 Triliun per Mei 2026
Terpopuler
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
Terkini
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
-
Menteri ESDM Cari Solusi Kenaikan Harga Gas Industri demi Cegah PHK Massal