Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto agar memperhatikan kesesuaian antara jumlah sumber daya manusia (SDM) dan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan arah perkembangan industri nasional di masa mendatang.
Usai mengikuti rapat terbatas mengenai penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta, Minggu (20/10), Brian menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya sinkronisasi kebutuhan SDM dengan pertumbuhan berbagai sektor industri strategis, termasuk pangan, energi, dan hilirisasi mineral.
“Kami kembali diingatkan untuk menghitung secara cermat SDM-SDM yang dibutuhkan, termasuk juga beasiswa-beasiswa LPDP dan lain-lainnya, itu harus disesuaikan dengan rencana perkembangan industri yang akan muncul di Indonesia, sehingga apa yang dilakukan di perguruan tinggi-perguruan tinggi maupun beasiswa-beasiswa LPDP dan lain-lainnya itu sesuai jumlahnya,” ujar Brian di kawasan Kertanegara.
Prabowo menegaskan, penyiapan SDM yang kompeten di perguruan tinggi harus sejalan dengan dinamika industri, agar lulusan dapat langsung berkontribusi dalam program-program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Desa Nelayan, dan Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut Brian, Kemendiktisaintek saat ini terus menyesuaikan kurikulum pendidikan tinggi agar relevan dengan perkembangan teknologi terkini, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Selain untuk mendukung program prioritas nasional, kebutuhan SDM di bidang STEM juga dinilai penting bagi penguatan industri pertahanan.
“Kita diminta juga menyiapkan berbagai SDM di bidang itu. Apalagi sekarang sektor pertahanan, misalnya, itu pun sangat kental dengan teknologinya. Jadi penguasaan-penguasaan teknologi, SDM-SDM, itu harapannya bisa match dengan industri yang akan tumbuh di Indonesia,” jelas Brian.
Rapat terbatas yang membahas pengembangan bidang STEM tersebut turut dihadiri sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Mohammad Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subianto. (Antara)
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Buka Rakornas 2026 di SICC, Ribuan Pejabat Daerah Berkumpul
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Komisi X DPR Sebut Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Fokus pada Penguasaan Teknologi
-
Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
Terpopuler
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog