Matamata.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga telur dan ayam seiring beroperasinya ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk penyediaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan hingga saat ini sedikitnya 2.131 dapur MBG telah beroperasi dari target 4.600 unit, yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, termasuk ayam dan telur.
“Dari rencana sekitar 4.600 SPPG yang akan operasional, saat ini sudah ada 2.131 yang mulai berjalan. Di dalamnya membutuhkan ayam dan telur, makanya kami sedang antisipasi agar harga telur dan ayam terkendali karena punya potensi inflasi,” kata Herman di Bandung, Rabu (13/11).
Herman menambahkan, meski harga kebutuhan pokok saat ini masih terkendali dan terjangkau, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tidak menurun.
“Harga bahan pokok sangat berkaitan erat dengan daya beli dan kesejahteraan. Kalau harga terjangkau, daya beli naik. Tapi kalau harga naik, daya beli turun,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan daya beli dapat berdampak pada tingkat konsumsi dan berpotensi meningkatkan angka kemiskinan.
“Yang tadinya sehari mengonsumsi satu telur bisa jadi hanya setengah. Jadi daya beli ini penting, karena kalau turun, konsumsi masyarakat berkurang dan kemiskinan bisa meningkat. Itu sudah rumus,” kata Herman menegaskan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 12 November 2025, harga telur ayam ras rata-rata sebesar Rp31.450 per kilogram, sementara daging ayam ras Rp37.550 per kilogram.
Data tersebut menunjukkan adanya kenaikan signifikan dibanding beberapa bulan sebelumnya. Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelumnya menyebut harga telur sekitar Rp18.000 per kilogram tiga bulan lalu. Sementara Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga daging ayam ras pada periode yang sama berada di kisaran Rp34.000 per kilogram. (Antara)
Berita Terkait
-
Sekolah Elit Tolak Makan Siang Gratis? BGN: Tidak Masalah, Alihkan ke yang Lebih Membutuhkan!
-
Mentan Pastikan Stok Telur Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Ramadhan
-
Airlangga: Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Capai Rp335 Triliun, Targetkan 82 Juta Penerima
-
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Proyek Asal-asalan di Jabar Tidak Akan Dilunasi!
Terpopuler
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog
-
Banggar DPR Dorong Pimpinan Baru OJK Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
Terkini
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog
-
Banggar DPR Dorong Pimpinan Baru OJK Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Presiden Prabowo Buka Rakornas 2026 di SICC, Ribuan Pejabat Daerah Berkumpul