Matamata.com - Kabar duka datang dari keluarga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto. Sang istri, Rugaiya Usman Wiranto, meninggal dunia pada Minggu sore. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayor Jenderal (Mar) Freddy Ardianzah.
Freddy menjelaskan bahwa Rugaiya menghembuskan napas terakhir pada pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Atas kepergian tersebut, TNI menyampaikan belasungkawa mendalam.
"Semoga Almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," ujar Freddy di Jakarta.
Menurut dia, jenazah Rugaiya akan dibawa ke Jakarta untuk disemayamkan di rumah duka Jalan Palem Kartika, Komplek PATI AD Bambu Apus, Jakarta Timur. "Selanjutnya besok pagi akan diberangkatkan ke Solo untuk dimakamkan," katanya.
Rugaiya dikenal sebagai pendamping Wiranto sejak masa awal kariernya sebagai perwira Angkatan Bersenjata. Almarhumah turut mendampingi suaminya ketika mengemban berbagai tugas dan jabatan penting di dunia militer.
Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Wiranto saat ini menjabat sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan. Sebelumnya, ia pernah memegang sejumlah posisi strategis, seperti Panglima TNI, Menteri Pertahanan dan Keamanan, serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. (Antara)
Terpopuler
-
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India
-
Kemenkeu: Realisasi Utang Pemerintah Januari 2026 Capai Rp127,3 Triliun
-
BGN Tegaskan Kabar Pembagian Makan Bergizi Gratis Saat Sahur Adalah Hoaks
-
LPPOM MUI Ingatkan Pemerintah Terapkan Aturan Halal Setara untuk Produk Impor AS
-
Perkuat Likuiditas, Menkeu Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan
Terkini
-
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India
-
Kemenkeu: Realisasi Utang Pemerintah Januari 2026 Capai Rp127,3 Triliun
-
BGN Tegaskan Kabar Pembagian Makan Bergizi Gratis Saat Sahur Adalah Hoaks
-
LPPOM MUI Ingatkan Pemerintah Terapkan Aturan Halal Setara untuk Produk Impor AS
-
Perkuat Likuiditas, Menkeu Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan