Matamata.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan bantuan logistik bernilai Rp19,09 miliar untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut berasal dari gudang logistik kementerian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) daerah, serta dinas sosial setempat, dan mulai disalurkan pada Minggu (30/11) ke wilayah-wilayah yang kini berstatus tanggap darurat.
“Bantuan terus kami kirimkan sesuai kebutuhan, kami juga terus berusaha agar bantuan bisa sampai lokasi dengan cepat,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis dari Jakarta, Minggu malam.
Berdasarkan laporan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos hingga pukul 17.00 WIB, bantuan yang telah disalurkan mencapai nilai total Rp19,09 miliar. Bantuan tersebut mencakup stok penyangga logistik, perlengkapan kebutuhan dasar, hingga bahan operasional dapur umum di tiga provinsi terdampak.
Upaya distribusi juga ditingkatkan mengingat akses darat di sejumlah titik masih terputus dan dampak bencana semakin meluas.
Rincian Bantuan per Provinsi
Provinsi Aceh
Bantuan senilai Rp3,14 miliar telah didistribusikan ke Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, serta Dinas Sosial Provinsi Aceh. Bantuan mencakup:
3.450 makanan siap saji
1.440 makanan anak
400 lauk pauk
3.450 selimut
570 kasur
1.410 family kit
308 paket perlengkapan anak
220 sandang dewasa
350 tenda gulung
30 tenda keluarga portable
30 tenda serbaguna
Sumatera Utara
Nilai bantuan untuk provinsi ini mencapai Rp7,80 miliar. Paket bantuan yang disediakan antara lain:
28.280 makanan siap saji
3.000 makanan anak
2.000 lauk pauk
2.800 family kit
2.140 perlengkapan anak
500 sandang dewasa
5.300 sandang anak
1.464 kasur
3.968 selimut
1.900 tenda gulung
14 tenda serbaguna
200 dus mi instan
400 dus air mineral
Bantuan tersebut dikirim ke tujuh daerah, termasuk Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Sibolga, Tapanuli Utara, Langkat, dan Tapanuli Selatan.
Sumatera Barat
Total bantuan untuk provinsi ini mencapai Rp3,64 miliar dengan sasaran Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, dan Dinas Sosial Provinsi Sumbar.
Barang yang dikirim mencakup:
4,4 ton beras reguler
5.758 makanan siap saji
3.640 makanan anak
1.180 family kit
850 perlengkapan anak
1.235 kasur
1.225 selimut
1.230 tenda gulung
40 tenda keluarga
10 tenda serbaguna
10 lampu darurat
3 dapur umum lapangan
Operasional Dapur Umum
Selain logistik, Kemensos juga mendistribusikan bahan operasional dapur umum dan dapur mandiri senilai Rp4,5 miliar.
Saifullah menyebut, terdapat 28 titik dapur umum yang saat ini beroperasi di tiga provinsi tersebut dengan kapasitas produksi 88.000 porsi makanan per hari.
Jumlah tersebut masih dapat ditingkatkan menyesuaikan kondisi di lapangan. (Antara)
Berita Terkait
-
Kemensos Lakukan Asesmen Menyeluruh bagi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Program Makan Bergizi Gratis BGN: Berdayakan UMKM dan Bumdes di Daerah Bencana Aceh
-
Kuasai 80 Persen Pasar Dunia, Gambir Sumbar Akhirnya Punya Pabrik Pengolahan Sendiri
-
Kemensos Kaji Penebalan Bansos 2026 untuk Jaga Daya Beli, Cair Pekan Ketiga April
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
Terpopuler
-
Lumbung Ternak Nasional, Khofifah Sebut Stok Hewan Kurban di Jatim 2026 Surplus Besar
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi untuk Perkuat Dampak Sosial-Ekonomi
-
Menteri ESDM Pastikan Minyak Mentah Rusia Segera Masuk ke Indonesia
-
Pakar: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan
-
Mendikdasmen: Deep Learning Jadi Ikhtiar Wujudkan Cita-Cita Ideal Pendidikan
Terkini
-
Lumbung Ternak Nasional, Khofifah Sebut Stok Hewan Kurban di Jatim 2026 Surplus Besar
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi untuk Perkuat Dampak Sosial-Ekonomi
-
Menteri ESDM Pastikan Minyak Mentah Rusia Segera Masuk ke Indonesia
-
Pakar: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan
-
Mendikdasmen: Deep Learning Jadi Ikhtiar Wujudkan Cita-Cita Ideal Pendidikan