Matamata.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa seluruh pihak di desa harus memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Ia menyebutkan tidak ada alasan bagi perangkat desa maupun masyarakat untuk menolak program tersebut.
Menurut Yandri, Kopdes Merah Putih merupakan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama di wilayah pedesaan.
"Saya sampaikan kepada seluruh kepala desa, seluruh Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), tidak ada alasan untuk tidak mendukung program Bapak Presiden Prabowo itu," ujar Yandri saat menjadi narasumber dalam program Radio Talk Elshinta bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bertajuk
"Langkah Koperasi Desa Merah Putih Membangun Desa Lebih Maju dan Peningkatan Ekonomi", Senin, secara daring di Jakarta.
Ia menambahkan, tanpa dukungan penuh dari semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan desa, tujuan utama pembentukan Kopdes Merah Putih akan sulit tercapai.
"Ini program yang bagus. Tanpa di-support, tanpa didukung, tanpa disukseskan oleh semua pihak, ya ini berat untuk kita laksanakan," ujarnya.
Yandri juga mengingatkan bahwa Kopdes Merah Putih akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, sehingga tidak perlu ada penolakan terhadap program tersebut.
"Istilah saya, itu (Koperasi Desa Merah Putih) tidak perlu kita tolak program ini karena akan bermanfaat," katanya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi dan kekompakan seluruh perangkat desa hingga masyarakat.
Saat ini, lanjut Yandri, sudah terdapat sekitar 16 ribu Kopdes Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut akan mencapai 20 ribu koperasi hingga akhir tahun.
Baca Juga
"Nah, sekarang alhamdulillah mungkin sudah hampir 16 ribu hari ini, sudah on progress dalam hal membangun. Ya, mungkin sudah fondasinya, mungkin dindingnya, mungkin sudah ada selesai atapnya. Insya Allah, target kita memang di akhir tahun ini 20 ribu," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Menkeu Buka Peluang Defisit APBN 2026 Melebar di Atas 3 Persen
-
JK dan ICWA Soroti Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Indonesia
-
Mendes PDT: Pemutakhiran DTSEN Jadi Kunci Bantuan Sosial Tepat Sasaran
-
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
-
Khofifah: Buruh Pilar Ekonomi Jatim, Pengusaha Wajib Bayar THR Tepat Waktu
Terpopuler
-
Tayang Lebaran Idul Fitri 2026, Film 'Pelangi di Mars' bakal Disambut Antusias Anak-anak
-
Wakapolri Imbau Pemudik Hubungi Hotline 110 Jika Alami Gangguan di Jalan
-
Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur
-
Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
Terkini
-
Wakapolri Imbau Pemudik Hubungi Hotline 110 Jika Alami Gangguan di Jalan
-
Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur
-
Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun