Matamata.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah masih menunggu pengajuan resmi tambahan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kami tunggu permintaan dari BNPB. Kalau tidak salah sudah dibentuk satuan tugas (satgas) khusus di sana," ujar Purbaya usai meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Keuangan di Denpasar, Bali, Jumat.
Ia mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan dana tambahan untuk BNPB sebagai bentuk dukungan penanganan banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut. Namun, nominalnya masih dikaji lebih lanjut karena belum ada pengajuan resmi.
Hingga saat ini, menurut dia, BNPB belum menyampaikan permintaan dana tambahan. Ia menduga lembaga tersebut masih menghitung kebutuhan anggaran lapangan.
"Nanti kalau kurang, kan masih dihitung. Dananya sudah siap," katanya menegaskan.
Meski belum ada permintaan tambahan, Purbaya memastikan BNPB masih memiliki anggaran cadangan sebesar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar yang dapat digunakan untuk kebutuhan darurat penanganan bencana.
Dalam APBN 2025, BNPB menerima alokasi anggaran sebesar Rp2,01 triliun. Angka ini lebih kecil dibandingkan tahun 2024, ketika BNPB memperoleh Rp4,92 triliun.
Berdasarkan pembaruan data BNPB per Kamis (4/12) pukul 16.00 WIB, sebanyak 836 korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Puluhan ribu warga juga terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak hingga hanyut.
Saat ini, tim gabungan masih melakukan evakuasi korban, pencarian warga hilang, membuka akses jalan, serta mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak di tiga provinsi tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Targetkan Penerbitan Panda Bonds 1 Miliar Dolar AS Tahun Ini
-
Menkeu Purbaya Kantongi Komitmen Pendanaan 17 Miliar Dolar AS dari AIIB
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos
Terpopuler
-
Menhut Raja Juli Antoni Luncurkan Nature Finance untuk Konservasi Taman Nasional
-
Iran Diduga Serang Kapal Kargo Singapura di Selat Hormuz
-
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Sudah Aman dan Lancar
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
Terkini
-
Menhut Raja Juli Antoni Luncurkan Nature Finance untuk Konservasi Taman Nasional
-
Iran Diduga Serang Kapal Kargo Singapura di Selat Hormuz
-
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Sudah Aman dan Lancar
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi