Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi sekaligus menjadi fondasi tumbuhnya kepercayaan diri bangsa. Pencapaian swasembada pangan yang lebih cepat dari target menjadi bukti efektivitas sinergi lintas sektoral.
"Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan dari tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan," kata Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Selasa (13/1/2026).
Presiden mengungkapkan bahwa saat awal masa kepemimpinannya pada Oktober 2024, ia memberikan target swasembada beras dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras kabinet dan pemangkasan regulasi, target tersebut mampu dicapai hanya dalam kurun waktu satu tahun.
"Ini sesuatu yang tidak diduga oleh siapa pun. Hasil dari sinergi kabinet yang saya pimpin. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal," tegasnya.
Salah satu terobosan besar yang disoroti adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Pemerintah tercatat memangkas 145 regulasi dan menyederhanakan perizinan distribusi. Kini, distribusi pupuk langsung ke petani hanya membutuhkan satu instruksi dan verifikasi KTP/persetujuan kepala desa, tanpa harus melewati birokrasi di 11 kementerian/lembaga.
Reformasi ini berdampak pada penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, sementara volume ketersediaan justru naik 700.000 ton.
"Petani sekarang harga terjangkau, barang ada," tambah Presiden.
Dampak nyata dari kebijakan ini terlihat pada indikator kesejahteraan petani. Presiden menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini mencapai 125 persen, angka tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Selain itu, cadangan dan produksi beras nasional juga berada pada level tertinggi.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah syarat mutlak bagi negara merdeka. Menurutnya, tidak masuk akal jika sebuah negara bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri jika ingin benar-benar berdaulat.
"Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar. Keberhasilan sektor pertanian harus menjadi contoh bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera," pungkasnya. (Antara)
Baca Juga
Tag
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi
-
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun
-
Prabowo Instruksikan Percepatan Transisi EBT demi Hadapi Ancaman Krisis Minyak Dunia
Terpopuler
-
Sambut Lebaran Idul Fitri 1447 H, Musisi Rucky Markiano Luncurkan Lagu 'Dosa'
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi