Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Kota Zurich, Swiss, pada Rabu (21/1) petang waktu setempat. Kedatangan Kepala Negara ini bertujuan untuk menghadiri pertemuan tahunan bergengsi World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Kota Davos.
Mendarat di tengah suhu ekstrem 1 derajat Celsius, Presiden Prabowo yang mengenakan jas panjang tebal dan kopiah hitam turun dari pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1. Beliau didampingi oleh putranya, Didit Hediprasetyo, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang telah mendampingi sejak lawatan dari London.
Di Bandara Internasional Zurich, Presiden disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya dan Atase Pertahanan RI Marsma TNI Hendra Gunawan, sebelum bertolak menuju hotel tempatnya bermalam.
Pidato Khusus di Panggung Dunia Dalam rangkaian WEF 2026, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato khusus (special address) pada Kamis (22/1) pukul 14.00 waktu setempat (CET). Presiden akan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO WEF, Børge Brende, untuk memaparkan visi ekonomi Indonesia.
Forum tahun ini menjadi sorotan dunia karena dihadiri oleh deretan pemimpin utama, termasuk Presiden AS Donald J. Trump, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, hingga Presiden Argentina Javier Milei.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dilaporkan telah tiba lebih dulu di Davos untuk mempersiapkan agenda strategis dan pertemuan bilateral yang akan dilakukan di sela-sela forum.
Forum WEF merupakan organisasi non-pemerintah dan think tank global yang rutin mempertemukan para pemimpin dunia, akademisi, dan praktisi ekonomi sejak 1971. Pertemuan tahunan di Davos ini menjadi kiblat bagi dialog kebijakan global dalam menjawab tantangan ekonomi masa kini serta proyeksi masa depan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Konflik Iran-Israel: PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Dorong Diplomasi
-
Prabowo Kumpulkan Jurnalis hingga Pakar di Hambalang, Bahas Geopolitik dan Transformasi Bangsa
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi
-
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
Terpopuler
-
Anak Indonesia Sampai Mars, Ini 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-anak Nonton 'Pelangi di Mars' di Bioskop!
-
Lia Warokka Rayakan Idul Fitri Tahun Ini dengan Penuh Prihatin: Dampak Perang Hambat Ekonomi
-
DPR Desak KPK Jelaskan Detail Perubahan Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 283 Ribu Kendaraan Diprediksi Kembali ke Jakarta Hari Ini
-
Menhaj Jamin Keberangkatan Haji 2026 Sesuai Jadwal di Tengah Tensi Geopolitik
Terkini
-
DPR Desak KPK Jelaskan Detail Perubahan Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 283 Ribu Kendaraan Diprediksi Kembali ke Jakarta Hari Ini
-
Menhaj Jamin Keberangkatan Haji 2026 Sesuai Jadwal di Tengah Tensi Geopolitik
-
Konflik Iran-Israel: PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Dorong Diplomasi
-
KPK Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara