Matamata.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong Candi Jabung di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, agar dikembangkan menjadi ekosistem budaya yang terintegrasi. Hal tersebut disampaikan Menbud saat meninjau langsung kawasan cagar budaya tersebut pada Minggu (25/1/2026) petang.
Dalam kunjungannya, Menbud mengapresiasi proses revitalisasi yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI. Menurutnya, Candi Jabung memiliki nilai sejarah dan arsitektural yang luar biasa sebagai peninggalan era emas Majapahit.
"Candi ini unik karena menggunakan material bata merah, bukan batu andesit seperti kebanyakan candi di Jawa Timur. Ini bukti kemajuan teknologi bangunan masa Raja Hayam Wuruk pada 1354 Masehi," ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya.
Lebih dari Sekadar Wisata Sejarah Menbud menekankan bahwa kawasan seluas 5 hektare ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. Ia membayangkan Candi Jabung tidak hanya berdiri sebagai monumen diam, tetapi menjadi pusat festival seni, tradisi lokal, hingga wisata religi dan kuliner.
"Kawasan ini bisa dikembangkan menjadi ekosistem budaya. Ada festival, wisata sejarah, hingga kuliner khas Probolinggo yang bisa dinikmati pengunjung," tambahnya.
Meski demikian, Fadli juga mewanti-wanti pentingnya perlindungan fisik candi dari ancaman vandalisme dan faktor alam, mengingat letaknya yang berada di kawasan pesisir.
Sinergi dengan Ekonomi Lokal Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menyambut baik visi Menbud tersebut. Menurutnya, revitalisasi situs budaya harus berbanding lurus dengan kesejahteraan warga sekitar.
"Setiap pusat budaya harus berdampak pada ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM. Jika kunjungan meningkat, roda perekonomian masyarakat ikut berputar," kata Bupati Haris.
Kunjungan ke Candi Jabung ini merupakan rangkaian kerja Menbud di Probolinggo. Selain meninjau candi, Fadli Zon dijadwalkan meresmikan Museum Tengger yang telah selesai direvitalisasi pada Senin (26/1). Sinergi situs-situs sejarah ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menjadikan Probolinggo sebagai sentra budaya yang inklusif.
Hadir dalam peninjauan tersebut Kepala BPK Wilayah XI Endah Budi Heriyani, jajaran Forkopimda, serta Pemuka Penghayat Kepercayaan Dang Hyang Sambara Sagara. (Antara)
Berita Terkait
-
Fadli Zon Ungkap Strategi Pemerintah Majukan Film Nasional di Hari Film Nasional 2026
-
Menbud Fadli Zon Dorong Digitalisasi Museum untuk Pikat Gen Z
-
Kementerian Kebudayaan Dukung Gelaran Hari Wayang Dunia 2026 di Yogyakarta
-
Menbud Fadli Zon: Imlek Nasional Perdana 2026 Adalah Jembatan Akulturasi Budaya
-
Fadli Zon: MTN Seni Budaya Adalah Fondasi Generasi Emas 2045
Terpopuler
-
BGN Perketat SOP Makan Bergizi Gratis, 760 Satuan Pelayanan Dihentikan Sementara
-
Khofifah Dorong Kepala Daerah di Jatim Segera Tindak Lanjut Temuan BPK
-
Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito Pererat Hubungan Bilateral Tanpa Bahas Politik
-
Mendagri Sebut Program 3 Juta Rumah Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kepala Daerah
-
KPK Segera Panggil Suami dan Anak Fadia Arafiq Terkait Kasus Korupsi di Pekalongan
Terkini
-
BGN Perketat SOP Makan Bergizi Gratis, 760 Satuan Pelayanan Dihentikan Sementara
-
Khofifah Dorong Kepala Daerah di Jatim Segera Tindak Lanjut Temuan BPK
-
Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito Pererat Hubungan Bilateral Tanpa Bahas Politik
-
Mendagri Sebut Program 3 Juta Rumah Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kepala Daerah
-
KPK Segera Panggil Suami dan Anak Fadia Arafiq Terkait Kasus Korupsi di Pekalongan