Matamata.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya merupakan fondasi krusial dalam mencetak Generasi Emas 2045. Program ini diharapkan mampu membentuk bangsa yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi terhadap identitas budayanya.
"Ini (MTN) adalah fondasi Indonesia Emas 2045. Kita ingin menjadi bangsa yang percaya diri pada identitas dan kebudayaannya sendiri di panggung dunia," ujar Fadli Zon saat meninjau program MTN di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (11/2).
Fadli mengakui, mengelola potensi seni di tengah populasi 280 juta jiwa bukan perkara mudah. Namun, melalui MTN, pemerintah berkomitmen melakukan ikhtiar sistematis untuk memunculkan nama-nama baru yang mampu membawa keberagaman budaya Indonesia ke kancah global.
Menteri Kebudayaan menjelaskan bahwa persoalan utama Indonesia bukanlah kekurangan talenta berbakat, melainkan keterbatasan akses dan pembinaan yang belum merata. Banyak generasi muda berprestasi di daerah yang bingung mencari wadah untuk mengembangkan diri.
"Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa setiap talenta, mulai dari Sorong hingga Flores, Banggai hingga Balige, memiliki kesempatan setara untuk tumbuh. Ini soal memperluas jangkauan dan membuka lintasan prestasi yang adil bagi seluruh anak bangsa," tegas Fadli.
Ia menambahkan, ketika talenta hasil binaan MTN tampil di panggung dunia, mereka membawa pesan kuat bahwa Indonesia adalah bangsa yang beradab, kreatif, dan relevan bagi masa depan global.
Saat ini, MTN Seni Budaya berfokus pada lima ekosistem utama, yakni film, sastra, musik, seni pertunjukan, dan seni rupa. Ke depan, Fadli berharap cakupan pembinaan dapat diperluas ke berbagai sektor seni budaya lainnya.
MTN Seni Budaya sendiri merupakan program prioritas nasional yang telah menjaring talenta di 58 kota dan kabupaten. Program ini dirancang untuk mendukung langkah para seniman, mulai dari tahap bibit hingga kategori unggul, agar memiliki trajektori berkarya yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menbud Fadli Zon: Iduladha Perkuat Solidaritas Sosial dan Budaya Gotong Royong
-
Menbud Fadli Zon Jajaki Kerja Sama Industri Kreatif dan Perfilman dengan Tiongkok
-
Kemenbud Gelar Lomba Video 'Aku dan Budayaku', Ajak Anak Muda Jadi Duta Budaya Digital
-
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif
-
Fadli Zon: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf dalam Agenda Global
Terpopuler
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
Terkini
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
-
Menteri ESDM Cari Solusi Kenaikan Harga Gas Industri demi Cegah PHK Massal