Matamata.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pembentukan BUMN baru, PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), oleh Danantara memberikan keuntungan lebih besar bagi pemerintah. Langkah ini dianggap lebih strategis dibandingkan jika Danantara menempatkan dana kelolaannya pada obligasi negara.
Menurut Purbaya, investasi melalui pembentukan BUMN akan memberikan dampak ekonomi riil yang lebih luas. Di sisi lain, langkah ini mampu mengurangi beban pembayaran bunga yang harus ditanggung APBN akibat penjualan obligasi.
"Danantara punya dana besar. Saya ingat tahun ini ada sekitar Rp166 triliun di Danantara Investment Management (DIM) yang mau diinvestasikan. Kalau masuk ke bond (obligasi) pemerintah lagi, artinya ruang geraknya masih terbatas," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).
Ia menjelaskan, jika Danantara membeli obligasi pemerintah, maka negara tetap berkewajiban membayar kupon atau bunga kepada Danantara. Padahal, dana tersebut pada dasarnya bersumber dari lingkup pemerintah sendiri. Oleh karena itu, pembentukan PT Perminas dinilai sebagai langkah yang jauh lebih efisien.
"Tentu lebih untung. Kalau investasi ke obligasi, saya (pemerintah) membayar bunga untuk uang yang dulunya punya saya juga. Jika Danantara membentuk BUMN, itu langsung menggerakkan ekonomi. Justru itu yang diharapkan dari kehadiran Danantara," tegas Menkeu.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pengelolaan tambang emas Martabe yang selama ini dipegang PT Agincourt Resources akan dialihkan ke PT Perminas.
“Dialihkan ke Perminas. Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional yang baru kami bentuk,” ujar Dony dalam acara bertajuk “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Rabu (28/1).
Dony menegaskan bahwa Perminas merupakan entitas yang berbeda dari holding industri pertambangan MIND ID. Pengalihan ini bertujuan agar aset dan lini bisnis strategis tersebut berada langsung di bawah struktur koordinasi Danantara guna percepatan pertumbuhan ekonomi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya ke Bea Cukai: Jangan Main-main, Barang Selundupan Bikin Kita Semua Rugi
-
Bantah Isu BUMN Rugi, Danantara Bidik Keuntungan Hingga Rp350 Triliun
-
Kritik 'Ekonomi Serakah', Presiden Prabowo Paparkan Visi Transformasi RI di Davos
-
Prabowo Perkenalkan Danantara di WEF Davos, Kelola Aset US$ 1 Triliun untuk Transformasi Ekonomi
-
Mendagri Pastikan Huntara Pengungsi di Pidie Jaya Layak Huni dan Nyaman
Terpopuler
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Wamen Isyana Ingatkan Bahaya Manipulasi 'Child Grooming'
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Menkeu: Pembentukan BUMN Baru oleh Danantara Lebih Untung ketimbang Investasi Obligasi
Terkini
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Wamen Isyana Ingatkan Bahaya Manipulasi 'Child Grooming'
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Di Sidang PBB, Rusia Tegaskan Israel Tak Lagi Punya Alasan Blokade Pintu Rafah