Matamata.com - Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis nasional menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Pola pengamanan pasar akan diperketat dengan turun langsung ke lapangan guna memantau pasokan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pihaknya akan mengadopsi keberhasilan pola pengamanan saat Natal dan Tahun Baru lalu.
"Bulog akan menerapkan pola yang sama, yakni turun langsung ke lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan," ujar Rizal di Jakarta, Rabu (4/2).
Rincian Stok Pangan Nasional Hingga 2 Februari 2026, Bulog tercatat mengelola cadangan beras sebesar 3,3 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 3,22 juta ton dan stok komersial sebesar 95.523 ton.
Selain beras, Bulog juga menyiagakan komoditas strategis lainnya, meliputi:
Gula Pasir: 11.675 ton
Jagung: 53.637 ton
Minyak Goreng: 15.475 kiloliter
Stok ini tersebar di berbagai gudang wilayah Indonesia sebagai instrumen utama dalam mendukung kepastian pasokan menjelang Ramadhan, Idul Fitri, hingga perayaan Imlek.
Penyaluran Bantuan Pangan dan MinyaKita Pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi melalui penyaluran bantuan pangan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
"Total beras yang disalurkan mencapai 664,8 ribu ton dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Ini bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan," jelas Rizal.
Terkait distribusi MinyaKita, Bulog mendapatkan porsi terbesar (70 persen) dari alokasi Domestic Market Obligation (DMO) BUMN Pangan. Pada Februari ini, Bulog menyiapkan pasokan sebesar 30 ribu kiloliter untuk diguyur ke pasar dan pengecer.
"Kami pastikan kesiapan operasional agar bantuan pangan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran," tegasnya. Bulog berkomitmen menjalankan peran sebagai penyangga pangan nasional demi memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Wamentan: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Stok Bulog Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tegaskan Harga Beras Tidak Naik
-
Stok Cadangan Beras Pemerintah 2026 Melimpah, Mentan Pastikan Tidak Ada Impor
-
Stok Beras Bulog 2026: Cadangan Nasional 4,8 Juta Ton Aman, Masyarakat Boleh Cek Gudang
-
RI Capai Swasembada Plus, Mentan Optimistis Hadapi El Nino Meski Krisis Pangan Global
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR