Matamata.com - Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional. Sepanjang pekan pertama Februari 2026, Satgas telah memantau 9.138 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pengawasan intensif ini berdampak langsung pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.
"Harga ayam ras, telur ayam, daging sapi segar, cabai merah keriting, Minyakita, serta beras medium dan premium mulai menunjukkan tren penurunan, meskipun beberapa di antaranya masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)," ujar Astawa dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Tindakan Tegas dan Pencabutan Izin Astawa merinci, dari total pemantauan, mayoritas menyasar pedagang dan pengecer di 5.939 titik, diikuti ritel modern (1.472 titik), grosir (967 titik), distributor (554 titik), produsen (136 titik), dan agen (70 titik).
Tak sekadar memantau, Satgas juga mengambil langkah tegas terhadap pelanggar. Sebanyak 128 surat teguran diterbitkan, 400 instruksi pengisian stok kosong dijalankan, dan 33 sampel pangan diambil untuk uji laboratorium.
"Kami juga merekomendasikan pencabutan satu izin usaha dan dua izin edar bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan HET/HAP serta standar keamanan pangan. Ini menjadi peringatan keras agar semua pihak mematuhi aturan," tegasnya.
Rapor Merah Minyakita dan Wilayah 3TP Meski secara umum terkendali, Bapanas mencatat beberapa komoditas masih memerlukan perhatian khusus, terutama di wilayah Indonesia Timur dan daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP). Komoditas tersebut meliputi beras premium Zona III, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, dan gula konsumsi.
Khusus untuk Minyakita, Astawa menyebut produk ini paling banyak dikeluhkan masyarakat melalui hotline pengaduan. Menanggapi hal itu, Satgas Pangan Pusat akan terjun langsung memeriksa rantai distribusi dari produsen hingga pengecer untuk memastikan harga sesuai HET Rp15.700 per liter.
"Kami mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan untuk segera melakukan intervensi di wilayah yang harganya masih tinggi. Kami tidak ragu menindak tegas setiap pelanggaran," kata Astawa.
Intervensi Pemerintah Selain pengawasan, pemerintah terus memperkuat stok melalui penyaluran beras SPHP sebanyak 28.765 ton. Pasokan ini didistribusikan melalui Gerakan Pangan Murah, ritel modern, pasar tradisional, hingga outlet binaan pemerintah daerah.
Baca Juga
Menutup keterangannya, Astawa menegaskan pengawasan akan terus ditingkatkan guna menghadapi momentum Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026. Masyarakat juga diimbau aktif melaporkan temuan pelanggaran melalui hotline yang tersedia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bapanas Kawal Mutu Beras Ekspor ke Malaysia, Bulog Sebut Harga di Atas HET
-
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
-
Mentan Gandeng Satgas Pangan Periksa 300 Perusahaan Sawit yang Tak Naikkan Harga TBS
-
Bapanas Antisipasi Deflasi Pangan 2026: Stok Cabai dan Jagung SPHP Mulai Disalurkan
-
Stok Bulog Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tegaskan Harga Beras Tidak Naik
Terpopuler
-
Jaga Solidaritas! Kader Posyandu Mawar 1 Kalisari, Gelar Darmawisata Hangat di Kebunsu Bogor
-
Menteri ESDM Usul Anggaran Kompor Listrik Rp815 Miliar di RAPBN 2027
-
Bea Cukai Gagalkan 11.542 Kasus Barang Ilegal Senilai Rp7,71 Triliun
-
Danantara Sebut Koreksi Pasar Modal 40 Persen Jadi Pemicu Aksi Beli Investor Asing
-
Indonesias Horse Racing: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Ribuan Pengunjung
Terkini
-
Menteri ESDM Usul Anggaran Kompor Listrik Rp815 Miliar di RAPBN 2027
-
Bea Cukai Gagalkan 11.542 Kasus Barang Ilegal Senilai Rp7,71 Triliun
-
Danantara Sebut Koreksi Pasar Modal 40 Persen Jadi Pemicu Aksi Beli Investor Asing
-
Kejagung Setor Pemulihan Aset Rp1,029 Triliun ke Kemenkeu, Ada dari Eddy Tansil
-
Bikin Mesin Awet, Begini Cara Pertamina Saring Zat Pengotor Cetak BBM Standar Euro 4