Matamata.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menerima gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (9/2).
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, menyatakan bahwa dalam prosesi tersebut, Megawati akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Negara".
"PNU merupakan universitas perempuan terbesar di dunia. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas upaya luar biasa Ibu Megawati sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia," ujar Basarah melalui keterangan tertulis, Minggu (8/2).
Penganugerahan dari PNU ini menjadi gelar Doktor Kehormatan ke-11 bagi Megawati. Sebelumnya, putri proklamator Bung Karno ini telah mengoleksi 10 gelar doktor kehormatan dan 3 gelar profesor kehormatan dari berbagai universitas ternama di dalam maupun luar negeri.
Basarah menekankan bahwa pemberian gelar ini merupakan pengakuan global atas pengabdian Megawati di bidang politik dan kemanusiaan. Terlebih, Megawati mencatatkan sejarah sebagai tokoh pertama di luar warga negara Arab Saudi yang menerima gelar kehormatan dari universitas tersebut.
"Ini adalah pengakuan atas peran beliau dalam memperkuat hubungan internasional dan demokrasi selama menjabat sebagai Presiden RI periode 2001-2004," tambahnya.
Pihak PNU menilai sosok Megawati sebagai referensi penting bagi dunia Islam. Keberhasilannya memimpin negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia diharapkan menjadi inspirasi bagi emansipasi perempuan di negara-negara Islam lainnya.
"Ibu Megawati bisa menjadi role model tentang bagaimana perempuan di dunia Islam bisa mendapatkan tempat dan hak yang setara dengan laki-laki di ranah kepemimpinan," pungkas Basarah. (Antara)
Berita Terkait
-
PPIH Siapkan Buggy Car dan Layanan Ramah Disabilitas untuk Jemaah Haji Gelombang II di Bandara Jeddah
-
Tips Cegah Heat Stroke, PPIH Minta Jamaah Haji Indonesia Rajin Minum di Masjidil Haram
-
Persiapan Haji 2026: Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Siapkan 150 Inisiatif Berbasis AI
-
MUI Bertemu Dubes Arab Saudi, Tegaskan Indonesia Tolak Segala Bentuk Penjajahan
-
Arab Saudi Tolak Serangan ke Iran, Dubes Faisal Ungkap Dampak Krisis Energi Global
Terpopuler
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
Terkini
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Menko Pangan Minta BGN Tingkatkan Serapan Telur Lewat Program Makan Bergizi Gratis