Matamata.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut dimulainya kembali pembicaraan antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS) sebagai "langkah maju" menuju solusi damai. Dialog yang didukung oleh negara-negara kawasan ini menjadi babak baru diplomasi kedua negara di tengah ketegangan yang sempat meningkat.
"Dialog selalu menjadi strategi kami untuk mencapai solusi damai," tulis Pezeshkian melalui akun media sosial X miliknya, Minggu (8/2).
Pezeshkian menekankan bahwa pendekatan Iran terkait isu nuklir tetap berpegang teguh pada hak-hak yang dijamin dalam Perjanjian Non-Proliferasi (NPT). Ia juga mengirimkan pesan diplomasi yang tegas kepada Washington. "Kami menanggapi rasa hormat dengan rasa hormat, tetapi kami tidak menerima bahasa kekerasan," tambahnya.
Iran dan AS diketahui melanjutkan diplomasi nuklir secara tidak langsung pada Jumat (6/2). Momentum ini terjadi setelah berminggu-minggu kedua negara terjebak dalam ketegangan tinggi, yang dipicu oleh ancaman tindakan militer dari Presiden AS Donald Trump.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menggambarkan pertemuan awal tersebut sebagai "awal yang baik." Menurutnya, proses diplomasi ini sangat berpotensi berlanjut jika kedua belah pihak mampu mengatasi suasana ketidakpercayaan yang selama ini membeku. Keduanya telah sepakat untuk melanjutkan proses komunikasi di Muscat, Oman.
Meski menunjukkan sikap terbuka pada isu nuklir, Araghchi menegaskan adanya batasan yang tidak bisa diganggu gugat oleh pihak Barat. Ia menyatakan bahwa program rudal Iran tidak akan pernah masuk dalam meja perundingan, baik sekarang maupun di masa depan.
"Program rudal kami terkait dengan urusan pertahanan nasional dan itu tidak dapat dirundingkan," tegas Araghchi. (Antara)
Berita Terkait
-
"Dunia Dukung Indonesia," Kelakar Hector Souto Usai Final Piala Asia Futsal 2026
-
AS dan Iran Pastikan Perundingan Nuklir Digelar di Oman Jumat Besok
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Intelijen Sebut Tak Ada Ancaman, Mengapa Trump Tetap Siagakan Kapal Induk untuk Gempur Iran?
-
Panas! China Sebut Kesepakatan Cip AS-Taiwan Langgar Kedaulatan Beijing
Terpopuler
-
Menkeu Purbaya Tegur BPJS Kesehatan Soal Penonaktifan Mendadak 11 Juta Peserta PBI JKN
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana, Evaluasi Kinerja dan Persiapan Agenda Nasional
-
Wamen Stella Christie: Berpikir Reflektif Kunci Mahasiswa Tak Tergantikan oleh AI
-
Presiden Pezeshkian: Pembicaraan Iran-AS Langkah Maju Menuju Solusi Damai
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
Terkini
-
Menkeu Purbaya Tegur BPJS Kesehatan Soal Penonaktifan Mendadak 11 Juta Peserta PBI JKN
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana, Evaluasi Kinerja dan Persiapan Agenda Nasional
-
Wamen Stella Christie: Berpikir Reflektif Kunci Mahasiswa Tak Tergantikan oleh AI
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
-
Kalah Telak dari China, Timnas U-17 Indonesia Buka Peluang Tambah Pemain Diaspora