Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membuka peluang kajian pembebasan visa secara timbal balik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Langkah strategis ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga kedua negara serta mendukung layanan bagi jamaah umrah.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menko Yusril dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhahheri, di Jakarta. Menko Yusril menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis.
“Selain keimigrasian, pembentukan Danantara sebagai lembaga investasi pemerintah serta kerja sama dengan Dubai Fund diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Yusril dalam keterangannya, Rabu (11/2).
Ekspansi Penerbangan Abu Dhabi ke Medan dan Surabaya Merespons penguatan kerja sama ini, Dubes UEA Abdulla Salem Aldhahheri mengungkapkan bahwa maskapai Etihad Airways tengah merencanakan pembukaan rute penerbangan langsung dari Abu Dhabi menuju Medan dan Surabaya.
Tak hanya itu, Emirates Airlines kini sedang mengurus perizinan pengoperasian pesawat berbadan lebar guna meningkatkan konektivitas antara kedua negara. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan warga UEA ke Indonesia.
Diversifikasi Sektor Strategis Hubungan bilateral yang telah terjalin selama 50 tahun ini kini mulai bergeser dari sektor tradisional (minyak dan gas) ke arah teknologi tinggi dan kemanusiaan. Beberapa kerja sama konkret yang tengah berjalan meliputi:
- Kesehatan: Pembangunan rumah sakit jantung di Solo dan peningkatan kapasitas dokter spesialis.
- Pendidikan: Kerja sama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta dengan Universitas Zayed.
- Lingkungan: Pengembangan pusat studi bakau di Bali dan energi terbarukan (panas bumi).
“Hubungan kedua negara kini telah berkembang ke sektor strategis yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta mendorong alih pengetahuan bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Abdulla. (Antara)
Berita Terkait
-
Said Abdullah Usul Ambang Batas Parlemen 6 Persen, Berlaku Hingga Tingkat DPRD
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi untuk Perkuat Dampak Sosial-Ekonomi
-
Yusril Ihza Mahendra Usul Ambang Batas Parlemen Disetarakan dengan Jumlah Komisi DPR
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
Danantara Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Palembang
Terpopuler
-
Jadwal Haji 2026: Jamaah Embarkasi Padang Gelombang II Langsung Menuju Jeddah
-
Menkeu Tak Nonaktifkan Dirjen Bea Cukai Meski Namanya Muncul dalam Dakwaan Kasus KPK
-
Mendiktisaintek Minta Penerima Beasiswa LPDP Beri Dampak Nyata untuk Indonesia
-
Mensos Bentuk Tim Khusus dan Gandeng KPK Usut Polemik Pengadaan Barang
-
Pramono Anung Kecewa Laga Persija vs Persib Batal Digelar di GBK
Terkini
-
Jadwal Haji 2026: Jamaah Embarkasi Padang Gelombang II Langsung Menuju Jeddah
-
Menkeu Tak Nonaktifkan Dirjen Bea Cukai Meski Namanya Muncul dalam Dakwaan Kasus KPK
-
Mendiktisaintek Minta Penerima Beasiswa LPDP Beri Dampak Nyata untuk Indonesia
-
Mensos Bentuk Tim Khusus dan Gandeng KPK Usut Polemik Pengadaan Barang
-
Pramono Anung Kecewa Laga Persija vs Persib Batal Digelar di GBK