Elara | MataMata.com
Sejumlah siswi SMA di Kabupaten Lebak, Banten mengonsumsi program MBG digulirkan BGN. ANTARA/HO-Disdik Lebak

Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadhan 1447 Hijriah. Kendati demikian, terdapat penyesuaian jenis menu guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga hingga waktu berbuka.

Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, menjelaskan bahwa skema pembagian menu MBG selama bulan puasa akan berbeda dari hari biasa. Jika biasanya siswa menerima makanan basah siap konsumsi, selama Ramadhan menu akan diganti menjadi paket makanan kering.

"Selama Ramadhan, kami membagikan makanan kering yang tahan lama hingga waktu berbuka, seperti roti, abon, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Ini berbeda dengan hari normal yang menggunakan menu makanan basah," ujar Asep di Lebak, Selasa (17/2/2026).

Asep memaparkan, distribusi MBG dijadwalkan mulai berjalan pada 23 Februari 2026. Sasaran penerima manfaat meliputi siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Namun, khusus untuk ibu menyusui, ibu hamil, dan balita, BGN tetap akan memberikan menu berupa makanan basah.

Ia berharap program ini tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat meski di tengah ibadah puasa. Asep juga menginstruksikan kepada seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tetap menjaga standar kualitas gizi pada paket makanan kering tersebut.

"Kami minta pengelola SPPG memastikan makanan kering yang dibagikan memiliki kualitas gizi yang baik," tegasnya.

Berdasarkan data hingga Minggu (8/2), pelaksanaan program MBG di Kabupaten Lebak didukung oleh 102 SPPG dengan total penerima manfaat mencapai 255.000 orang. Program ini juga berdampak signifikan pada sektor ekonomi lokal dengan menyerap 5.305 tenaga kerja, atau rata-rata 52 orang di setiap SPPG.

"Kami mengapresiasi sejauh ini pelaksanaan MBG di Lebak berjalan baik dan tidak ditemukan kasus keracunan makanan. Program ini terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja baru," tutup Asep. (Antara)

Load More