Matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mempercepat pembangunan 372 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi seluruh siswa di Benua Etam, termasuk di wilayah terpencil.
Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, menyampaikan permohonan maaf terkait belum meratanya penerimaan manfaat MBG saat ini. Menurutnya, akselerasi infrastruktur adalah kunci untuk menjangkau siswa rentan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Saat ini baru tersedia 161 SPPG di seluruh kabupaten/kota di Kaltim, sehingga jangkauan layanan memang masih memiliki keterbatasan," ujar Sirajul di Samarinda, Sabtu (31/1/2026).
Sirajul menjelaskan bahwa setiap unit SPPG didesain untuk melayani maksimal 3.000 porsi per hari. Untuk menjaga kualitas dan kesegaran makanan, radius distribusi dibatasi maksimal enam kilometer dari lokasi unit pelayanan.
Ia juga menegaskan bahwa program ini bersifat inklusif tanpa memandang kelas ekonomi. "Setiap siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan asupan gizi berkualitas," tegasnya.
Terkait kendala di lapangan, BGN mencatat tantangan utama ada pada pemenuhan masa komitmen 45 hari oleh calon mitra pengelola. Meski demikian, antusiasme mitra di Kaltim sangat tinggi dengan angka pengajuan mencapai 80 persen.
Untuk wilayah terjauh seperti Mahakam Ulu, pembangunan fisik unit pelayanan dilaporkan telah rampung dan kini memasuki tahap penilaian akhir (assessment) sebelum beroperasi penuh.
Selain fokus pada pemenuhan nutrisi anak sekolah, proyek strategis ini diproyeksikan menyerap 18.600 tenaga kerja di Kaltim dengan memprioritaskan warga lokal.
"Setiap unit layanan akan memberdayakan sekitar 50 personel, terdiri dari staf ahli BGN dan relawan yang direkrut dari lingkungan sekitar sekolah," tambah Sirajul.
Dengan tercapainya target 372 unit layanan tersebut, BGN optimistis jangkauan distribusi MBG dapat menyentuh seluruh pelosok ruang kelas, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas dan siswa berisiko putus sekolah. (Antara)
Berita Terkait
-
BGN Lebak Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadhan
-
Prabowo: Skala Program Makan Bergizi Gratis Setara Beri Makan Penduduk Afrika Selatan
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Sekolah Elit Tolak Makan Siang Gratis? BGN: Tidak Masalah, Alihkan ke yang Lebih Membutuhkan!
-
Kritik 'Ekonomi Serakah', Presiden Prabowo Paparkan Visi Transformasi RI di Davos
Terpopuler
-
Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Wardatina Mawa bakal Gugat Cerai Insanul Fahmi
-
Viral Troli Jadi Mainan 'Kereta-keretaan', Bandara Lombok Tegaskan Aturan Fasilitas
-
Sah! Prihati Pujowaskito dan Saiful Hidayat Resmi Nakhodai BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
-
Mudik Lebaran 2026: Ada Kebijakan WFA untuk Urai Kemacetan 144 Juta Orang
-
Buka 'Era Keemasan Baru', Prabowo dan Donald Trump Sepakati Perjanjian Dagang Timbal Balik
Terkini
-
Viral Troli Jadi Mainan 'Kereta-keretaan', Bandara Lombok Tegaskan Aturan Fasilitas
-
Sah! Prihati Pujowaskito dan Saiful Hidayat Resmi Nakhodai BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
-
Mudik Lebaran 2026: Ada Kebijakan WFA untuk Urai Kemacetan 144 Juta Orang
-
Buka 'Era Keemasan Baru', Prabowo dan Donald Trump Sepakati Perjanjian Dagang Timbal Balik
-
Wapres Gibran Buka Pengaduan di Kebon Sirih, Bantu Warga Tak Mampu Bayar SPP