Matamata.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Kota Amman, Yordania, pada Selasa (24/2) malam waktu setempat.
Kunjungan ini dilakukan untuk memenuhi undangan sahabat lamanya, Raja Yordania Raja Abdullah II ibn Al-Hussein, dalam rangkaian pertemuan bilateral yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (25/2).
Pesawat Garuda Indonesia PK-GIF yang membawa Presiden beserta rombongan terbatas mendarat di Pangkalan Udara Marka, Amman, pukul 19.53.
Menariknya, saat memasuki wilayah udara Yordania, pesawat kepresidenan tersebut mendapatkan kehormatan dengan dikawal langsung oleh pesawat tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania.
Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi di bawah tangga pesawat. Turut menyambut di lokasi, Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono dan Atase Pertahanan RI Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Setelah melewati jajar kehormatan dan melakukan inspeksi pasukan, Presiden melanjutkan perjalanan menuju hotel tempatnya bermalam.
Di lobi hotel, puluhan diaspora dan mahasiswa Indonesia telah menanti untuk menyapa langsung Kepala Negara.
Dalam kunjungan kali ini, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat teras, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Kunjungan ini merupakan lawatan resmi kedua Prabowo ke Yordania sejak menjabat sebagai Presiden. Sebelumnya, kedua pemimpin telah menunjukkan kedekatan diplomatik yang intens.
Raja Abdullah II sempat melawat ke Jakarta pada November 2025 lalu, di mana saat itu Presiden Prabowo secara hangat menyebut Indonesia sebagai "rumah kedua" bagi sang Raja.
Agenda utama di Amman hari ini akan dipusatkan di Istana Al Husseiniya. Selain pertemuan bilateral empat mata, Presiden Prabowo dijadwalkan menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama strategis di berbagai sektor.
Selepas merampungkan seluruh agenda, Presiden dijadwalkan bertolak meninggalkan Yordania pada Rabu sore. (Antara)
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi
-
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun
-
Prabowo Instruksikan Percepatan Transisi EBT demi Hadapi Ancaman Krisis Minyak Dunia
Terpopuler
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi