Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam prosesi pemakaman militer Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPU) Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026) siang.
Mengenakan setelan jas hitam dan kopiah, Presiden Prabowo tiba di mimbar upacara dekat liang lahat didampingi Komandan Upacara, Kolonel Inf. Benny Angga.
Upacara diawali dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum, yang merangkum dedikasi panjang Try Sutrisno di dunia militer serta deretan tanda kehormatan dari dalam dan luar negeri.
Puncak prosesi ditandai dengan pembacaan Apel Persada oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara.
"Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum," ucap Prabowo dengan khidmat.
Dalam naskah tersebut, Presiden menyebutkan bahwa Try Sutrisno wafat pada usia 90 tahun demi kepentingan serta keluhuran bangsa. "Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua," tambahnya.
Suasana haru menyelimuti lokasi saat jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat, diiringi tembakan salvo dan lagu kebangsaan. Di tengah prosesi, hujan deras mengguyur kawasan TMP Kalibata, namun upacara tetap berlangsung dengan penuh kedisiplinan.
Presiden Prabowo melakukan penimbunan liang lahat secara simbolis, disaksikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta ketiga kepala staf angkatan.
Tampak hadir pula tokoh-tokoh nasional seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres ke-11 Boediono, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Usai peletakan karangan bunga dan pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Presiden Prabowo menyerahkan bendera Merah Putih serta naskah Apel Persada kepada pihak keluarga sebagai tanda penghormatan terakhir.
Try Sutrisno wafat pada Senin pagi pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Tokoh yang dikenal bersahaja ini meninggalkan warisan pengabdian besar, termasuk saat menjabat sebagai Panglima ABRI (1988-1993) dan Wakil Presiden RI (1993-1998). (Antara)
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah, Prabowo Beri Restu BI Jalankan 7 Jurus Penyelamatan Ini
-
Mendiktisaintek Gerakkan Perguruan Tinggi Dukung Proyek Giant Sea Wall Pantura
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi untuk Perkuat Dampak Sosial-Ekonomi
-
Presiden Prabowo dan KSP Akan Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas
-
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi Paling Lambat 2029
Terpopuler
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
-
Revitalisasi Sekolah 2026: Mendikdasmen Kucurkan Rp2,6 Triliun dan Gandeng Starlink
-
Menteri LH Dorong PSEL Palembang Mampu Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan
-
Cegah Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren
Terkini
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
-
Revitalisasi Sekolah 2026: Mendikdasmen Kucurkan Rp2,6 Triliun dan Gandeng Starlink
-
Menteri LH Dorong PSEL Palembang Mampu Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
-
Cegah Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren
-
TNI AD Kolaborasi dengan Kemenko Pangan, Ini 3 Fokus Utama Pengelolaan Sampah