Elara | MataMata.com
Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Oktober 2025. (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa)

Matamata.com - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Israel.

Dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Selasa (24/3/2026), Anwar mengungkapkan bahwa pembicaraan tersebut dilakukan pada Senin (23/3). Keduanya berbagi pandangan mengenai situasi global yang berkembang serta pentingnya stabilitas di kawasan.

"Dalam panggilan telepon dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto kemarin, kami bertukar pandangan mengenai berbagai isu terkini, termasuk konflik Iran-Israel," ujar Anwar.

Selain membahas isu global, kedua pemimpin sepakat untuk mengadakan pertemuan tatap muka dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut mencakup rencana kunjungan resmi PM Anwar ke Jakarta guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara serumpun.

"Menyentuh isu regional dan internasional, kami menekankan pentingnya pendekatan diplomasi yang berkelanjutan," tambah Anwar.

Kedua pemimpin menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong komunitas internasional untuk membuka ruang dialog. Malaysia dan Indonesia berkomitmen mendukung upaya diplomasi demi meredakan ketegangan agar nyawa warga sipil dapat terlindungi.

"Agar ketegangan dapat dikurangi, nyawa warga sipil terlindungi, serta ruang perundingan yang bermakna dapat dibuka menuju penyelesaian yang damai dan berkelanjutan," tegasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa komunikasi tersebut juga bertepatan dengan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Presiden Prabowo menghubungi sejumlah pemimpin negara sahabat untuk mempererat silaturahmi.

Menurut Teddy, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk terus menjaga kedekatan dan memperkuat kerja sama strategis antarnegara di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu. (Antara)

Load More