Matamata.com - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memastikan stok dan harga telur ayam ras secara nasional dalam kondisi aman dan stabil. Amran menegaskan bahwa Indonesia saat ini mengalami surplus produksi, sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan tercukupi.
"Indonesia saat ini telah surplus untuk komoditas telur ayam ras. Pasokan melimpah dari produksi dalam negeri, bahkan kita sudah bisa ekspor," ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Amran optimis harga telur di tingkat domestik akan terus terjaga. Ia memperingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan permainan harga di pasar. Jika ditemukan anomali, ia telah menginstruksikan Satgas Saber Pangan untuk menindak tegas dari hulu hingga hilir.
"Kalau sampai ada kenaikan, saya minta Satgas Saber telusuri sampai distributor dan produsennya. Tidak boleh ada yang membuat anomali harga pangan," tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi telur masyarakat Indonesia terus meningkat. Pada 2025, rata-rata konsumsi per kapita per minggu mencapai 2,362 kg, naik 19,1 persen dibandingkan tahun 2016 yang hanya 1,983 kg.
Berdasarkan pantauan Satgas Saber Pangan per 30 Maret 2026, harga telur di pasar rakyat mulai mengalami penurunan (depresiasi) usai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Di Yogyakarta, misalnya, harga di Pasar Kranggan dan Pasar Beringharjo terpantau turun dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Sementara itu, harga termurah ditemukan di Pasar Gambir, Tebing Tinggi, Sumatra Utara seharga Rp27.200 per kg. Di wilayah lain seperti Pontianak dan Raja Ampat, harga masih berfluktuasi di kisaran Rp33.000 hingga Rp36.000 per kg akibat faktor biaya distribusi.
Sebagai informasi, sesuai Keputusan Kepala Bapanas Nomor 529 Tahun 2024, Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras ditetapkan maksimal Rp26.500 per kg di tingkat produsen dan Rp30.000 per kg di tingkat konsumen.
Stabilitas harga pangan ini menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026), Presiden mengungkapkan bahwa dirinya memantau langsung harga pangan harian dengan menghubungi para menterinya di waktu-waktu tak terduga.
"Ya, saya akui saya seorang micromanager. Saya akan menelepon menteri-menteri saya jam 2 atau jam 5 pagi, dan bertanya kepada mereka berapa harga telur hari ini," ungkap Presiden Prabowo.
Hingga akhir tahun, Bapanas memproyeksikan produksi telur ayam ras nasional mencapai 7,32 juta ton, melampaui estimasi kebutuhan konsumsi nasional yang sebesar 6,47 juta ton. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Blue House Korea Selatan
-
Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito Pererat Hubungan Bilateral Tanpa Bahas Politik
-
Stok Pangan Aman Hadapi Godzilla El Nino, Mentan Amran Ungkap Strategi Pompanisasi
-
Presiden Prabowo Tiba di Jepang, Menkomdigi Sebut Fokus Bahas Kerja Sama Digital
-
Presiden Prabowo Gelar Pasar Murah di Monas Sore Ini, Ada 100 Ribu Kupon Belanja Gratis
Terpopuler
-
Update Harga Telur Ayam Hari Ini: Bapanas Sebut Stok Melimpah dan Mulai Turun
-
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Blue House Korea Selatan
-
Pertamina Patra Niaga Jamin Distribusi BBM Optimal dan Harga Tetap
-
KPK Fokus Periksa Biro Haji untuk Pulihkan Kerugian Negara Rp622 Miliar
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
Terkini
-
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Blue House Korea Selatan
-
Pertamina Patra Niaga Jamin Distribusi BBM Optimal dan Harga Tetap
-
KPK Fokus Periksa Biro Haji untuk Pulihkan Kerugian Negara Rp622 Miliar
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
DPR Ingatkan Pemerintah Evaluasi Berkala Kebijakan WFH ASN Setiap Jumat