Elara | MataMata.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih pada 6 April 2026, di Washington DC. (ANTARA/Celal Güneş/Aadolu/pri.) (ANTARA/Celal Güneş/Aadolu/pri.)

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran akan segera berakhir. Dalam wawancara terbaru, Trump menyebut bahwa pihak lawan kini sangat berkeinginan untuk mencapai kesepakatan damai.

"Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Maksud saya, saya melihatnya sudah sangat dekat dengan penyelesaian," ujar Trump kepada pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, Rabu (15/4/2026).

Dalam cuplikan wawancara yang dibagikan melalui platform X, Trump menekankan dampak kerusakan yang dialami Iran akibat konflik tersebut. Ia mengklaim bahwa butuh waktu puluhan tahun bagi negara tersebut untuk pulih jika AS memutuskan menarik diri saat ini.

"Jika saya menarik diri sekarang pun, mereka akan butuh waktu 20 tahun untuk membangun kembali negaranya. Kita lihat saja apa yang terjadi, tapi saya pikir mereka sangat ingin membuat kesepakatan," tambah Trump.

Ketegasan Trump mengenai berakhirnya konflik ini juga dikonfirmasi oleh Bartiromo. Melalui unggahan di Instagram, Bartiromo menceritakan bahwa Trump berulang kali menggunakan bentuk lampau (past tense) saat membahas perang Iran. Ketika ditanya langsung apakah perang sudah benar-benar usai, Trump menjawab singkat, "Sudah selesai."

Meskipun Trump bernada optimistis, jalur diplomasi di lapangan masih terus diupayakan. Perundingan intensif telah digelar di Islamabad, Pakistan, sepanjang akhir pekan lalu untuk merumuskan penghentian permanen perang yang pecah sejak 28 Februari tersebut.

Walaupun kesepakatan final belum diteken, Trump menunjukkan nada positif terkait kelanjutan dialog langsung antara AS dan Iran. Ia memprediksi negosiasi susulan dapat dimulai kembali di Pakistan dalam dua hari ke depan.

Sejauh ini, Pakistan memainkan peran kunci sebagai penengah. Melalui mediasinya, gencatan senjata selama dua minggu telah disepakati sejak 8 April lalu dan dilaporkan masih bertahan hingga hari ini. (Antara)

Load More