Elara | MataMata.com
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat melantik secara resmi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi se-Indonesia Tahun 1447 H/2026 M. ANTARA/HO - Kemenhaj

Matamata.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh petugas haji wajib mengedepankan perlindungan dan inklusivitas dalam melayani jamaah. Fokus utama pelayanan tahun ini diarahkan pada kelompok rentan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.

Hal tersebut ditegaskan Irfan saat melantik secara resmi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi se-Indonesia Tahun 1447 H/2026 M di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Menurutnya, embarkasi adalah gerbang pertama di mana jamaah harus merasakan kehadiran negara melalui pelayanan terbaik.

"Lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar pelengkap," ujar Irfan dalam keterangan resminya.

Selain aspek pelayanan, Menhaj menyoroti tajam integritas petugas. Ia memperingatkan agar tidak ada satu pun petugas yang menyalahgunakan kewenangan atau memberikan pelayanan yang bersifat diskriminatif.

"Kepercayaan jamaah tidak boleh dikhianati. Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan. Petugas haji harus menjadi teladan dalam kejujuran dan akhlak pelayanan," tegasnya.

Terkait kebijakan teknis, Irfan menjelaskan bahwa skema murur (melintas di Muzdalifah) dan tanazul (pengajuan pindah kloter) adalah bagian dari upaya perlindungan jamaah. Ia menginstruksikan PPIH untuk melakukan pendataan yang valid serta memberikan edukasi yang utuh kepada jamaah agar tidak terjadi simpang siur informasi.

Irfan juga memberikan perhatian khusus pada tata kelola pembayaran dam (denda). Ia mewajibkan jamaah yang melaksanakan dam di Arab Saudi untuk melalui Proyek Adahi sebagai mekanisme resmi pemerintah agar prosesnya akuntabel dan transparan.

Dari sisi teknis embarkasi, Menhaj meminta seluruh petugas memastikan kesiapan data yang presisi. Hal ini mencakup dokumen perjalanan, pra-manifest, penempatan jamaah, hingga layanan kesehatan dan distribusi kebutuhan yang harus tertata rapi sejak di tanah air.

"Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan amanah untuk menghadirkan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan nyata sejak dari embarkasi," pungkas Irfan.

Ia mengajak seluruh anggota PPIH, baik yang hadir secara luring maupun daring, untuk bekerja solid sebagai satu kesatuan demi kelancaran ibadah haji 2026. (Antara)

Load More