Matamata.com - Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk terus memperluas jangkauan program Kampung Internet. Yudha menekankan pentingnya aspek pemerataan, kualitas layanan, serta literasi digital bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Menurut Yudha, program ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi digital nasional, sekaligus menjembatani kesenjangan akses internet antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
"Saya mengapresiasi inisiatif Kampung Internet yang tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di daerah," ujar Yudha dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Yudha menilai pendekatan berbasis tiga pilar—terhubung, tumbuh, dan terjaga—adalah fondasi penting. Pembangunan digital, lanjutnya, tidak boleh berhenti pada penyediaan infrastruktur fisik semata, tetapi harus menyentuh aspek pemberdayaan dan keamanan ruang digital.
Lebih lanjut, ia menyoroti kehadiran jaringan fiber optik di desa yang mampu meningkatkan kualitas konektivitas secara signifikan. Hal ini diyakini membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk ekspansi pasar ke platform digital serta meningkatkan efisiensi ekonomi lokal.
"Transformasi digital di desa harus mampu mendorong peningkatan kapasitas ekonomi. Program Kampung Internet telah menunjukkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat setempat," tambahnya.
Selain infrastruktur, Yudha juga mengapresiasi upaya Kemkomdigi dalam melatih SDM lokal melalui keterlibatan siswa SMK dalam pengelolaan jaringan (skema Telcohub). Langkah ini dianggap krusial demi kemandirian dan keberlanjutan ekosistem digital di tingkat lokal.
Komisi I DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar selaras dengan target RPJMN 2025–2029, terutama dalam pencapaian penetrasi broadband di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, Kemkomdigi mencatat telah membangun 1.282 titik akses internet pita lebar tetap (fixed broadband) melalui program Kampung Internet.
"Pada 2025, kami berhasil membangun 1.282 titik akses di 22 desa, 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi," ungkap Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kepemudaan dan Start Up, Alfreno Kautsar Ramadhan, dalam konferensi pers di Lombok beberapa waktu lalu.
Program Kampung Internet sendiri difokuskan untuk mendukung aktivitas rumah tangga, UMKM, serta optimalisasi fasilitas umum melalui jaringan internet yang stabil. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Strategis untuk Monetisasi Karya Kreatif Lokal
-
Puan Maharani Pastikan Revisi UU Pemilu Kedepankan Prinsip Jurdil dan Kepentingan Rakyat
-
DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Legislatif, Ini Alasannya
-
DPR Dukung Usulan Bawaslu Blacklist Pelaku Politik Uang di Pemilu Mendatang
-
Cegah Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba