Matamata.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau seluruh lembaga pendidikan di Indonesia untuk mulai mengembangkan pendekatan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Langkah ini dinilai strategis untuk menciptakan ekosistem pendidikan sosial yang tangguh dan harmonis.
"Saya mengimbau lembaga pendidikan mana pun, mari kita kembangkan ekoteologi dan Kurikulum Cinta. Mari kita menjadi contoh bagi dunia internasional bahwa cinta adalah jalan penyelesaian terbaik di atas semua masalah yang ada," ujar Nasaruddin di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (9/5/2025).
Nasaruddin mengungkapkan, baru-baru ini sekitar 305 ribu guru dari berbagai latar belakang agama memberikan testimoni positif setelah menerapkan kurikulum tersebut. Ia mengaku terharu sekaligus bangga mendengar dampak nyata yang dihasilkan di lapangan.
"Luar biasa, saya sampai merinding mendengarnya. Dari Sabang sampai Merauke, mereka bercerita semenjak Kurikulum Cinta ini diterapkan, anak-anak lebih menyayangi binatang, tumbuh-tumbuhan, dan seluruh alam semesta. Selama ini, alam sering kali hanya dijadikan sebagai objek," kata Menag.
Sebelumnya, Kementerian Agama telah menggelar pelatihan daring KBC berskala nasional yang diikuti oleh tenaga pendidik serta elemen masyarakat yang peduli pada perbaikan karakter bangsa.
Secara filosofis, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan instrumen untuk memperkenalkan "Panca Cinta" kepada peserta didik. Hal ini mencakup kesadaran cinta kepada Tuhan dan Rasul, cinta diri sendiri dan sesama, cinta alam lingkungan, cinta ilmu, hingga cinta tanah air.
Nasaruddin menambahkan, selama satu tahun masa uji coba, kurikulum ini terbukti mampu mentransformasi ruang kelas menjadi taman belajar yang membahagiakan.
"Kurikulum ini mampu memerdekakan jiwa anak-anak dan membuat suasana belajar jauh lebih menyenangkan," pungkasnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menag Pastikan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Ramah Lingkungan
-
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nol Toleransi untuk Kekerasan Seksual di Pesantren
-
Kemenag Terapkan WFH Setiap Jumat, Menag: Layanan Umat Harus Tetap Prima
-
Menag Instruksikan Madrasah Kawal Implementasi Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
-
Mendikdasmen Abdul Muti Dijadwalkan Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel di Makassar
Terpopuler
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila
Terkini
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila